DRADIO.ID – Jambi. Tim Ekspedisi Anggota Muda Mapala SIGINJAI Universitas Jambi melakukan perjalanan menuju Danau Merah melalui Desa Tanjung Berugo, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin. Perjalanan ini dilakukan untuk mengeksplorasi salah satu kawasan unik di kaki Gunung Masurai yang terkenal dengan warna air danaunya yang kemerahan.
Danau Merah berada di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Seluruh aktivitas ekspedisi dilaksanakan sesuai prosedur resmi dengan mengantongi Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) dari Balai Besar TNKS.
Ekspedisi ini berlangsung selama lima hari, terhitung sejak 11 hingga 15 Januari 2026. Tim berhasil menjangkau kawasan danau dan melakukan pengamatan awal terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
Selama perjalanan, tim menemukan berbagai flora dan fauna khas hutan hujan tropis, seperti jamur beracun, ceri hutan, serta vegetasi endemik lain yang tumbuh di sekitar Gunung Masurai. Temuan ini memperkuat potensi kawasan sebagai wilayah dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.
Ekspedisi diikuti oleh 3 Anggota Muda, yaitu Pintauli Trivani BR Manalu dan Vasco Windu Alghifari yang bertugas sebgai tim lapangan serta Putri Regina Yang bertugas Sebagai Tim Komunikasi, serta didampingi oleh Marsani selaku Anggota Kehormatan Mapala SIGINJAI Unja. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan pembinaan menuju keanggotaan tetap.
Keunikan utama Danau Merah terletak pada warna airnya yang tampak merah kecokelatan. Fenomena ini kerap menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat, mulai dari mitos hingga dugaan mistis.
Namun, secara ilmiah, warna merah pada danau dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Mengutip situs biologyinsights.com, penyebab pertama berasal dari faktor biologis, seperti pertumbuhan alga berpigmen merah atau keberadaan bakteri besi (iron bacteria) yang membentuk endapan berwarna merah.
Faktor kedua berasal dari unsur kimia, seperti tingginya kandungan mineral besi dan suspensi partikel tanah liat, sedimen, serta mineral lain yang terbawa dari aktivitas geologis di sekitar kawasan.
Hingga kini, belum ada penelitian ilmiah mendalam yang secara khusus mengkaji kandungan air Danau Merah Gunung Masurai. Karena itu, hasil ekspedisi ini diharapkan dapat menjadi data awal bagi penelitian lanjutan.

Kegiatan Ekspedisi Anggota Muda ini merupakan bagian dari masa orientasi yang wajib diikuti calon anggota tetap Mapala SIGINJAI. Tujuannya untuk mengimplementasikan pengetahuan kepecintaalaman, meningkatkan keterampilan lapangan, serta mengasah mental dan kerja tim.
Selain eksplorasi, ekspedisi juga bertujuan memetakan jalur wisata menuju Danau Merah melalui Desa Tanjung Berugo. Jalur ini diharapkan menjadi referensi sistematis bagi kegiatan wisata alam, penelitian, maupun ekspedisi lanjutan di masa depan.
Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Tanjung Berugo hingga Balai Besar TNKS. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci kelancaran ekspedisi sekaligus menjaga prinsip konservasi kawasan. (PRA)










