DRADIO.ID – Jambi , Aliansi Suara Rakyat Provinsi Jambi menggelar aksi damai bertajuk “Panggung Rakyat Jambi Bersuara” pada Jumat (12/09/2025) sore di halaman Kantor Gubernur Jambi. Kegiatan ini dimulai sore hari, menampilkan rangkaian acara berupa musikalisasi, orasi, puisi, teatrikal, doa bersama, hingga pembacaan manifesto masyarakat sipil.
Aksi damai ini diinisiasi oleh sekelompok masyarakat Jambi yang menamakan diri sebagai Aliansi Suara Rakyat. Mereka menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan bagian dari organisasi manapun, melainkan murni gerakan rakyat yang peduli terhadap kondisi sosial, politik, dan pemerintahan di Provinsi Jambi.
Koordinator aksi, Vadel Muhammad Fajri, menyampaikan bahwa pihaknya sengaja memilih bentuk aksi damai agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara tertib dan bermartabat, berbeda dengan aksi-aksi yang sebelumnya kerap diwarnai tindakan anarkis.
“Kami tidak ingin aksi rakyat tercoreng oleh tindakan yang mengarah ke anarkisme. Justru dengan aksi damai ini, aspirasi bisa lebih mudah diterima pemerintah maupun DPRD,” ujar Vadel saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Vadel menambahkan, aksi ini merupakan wadah bagi masyarakat untuk menyuarakan berbagai persoalan di Jambi, mulai dari isu nasional hingga tuntutan lokal. “Kami ingin rakyat punya ruang untuk bicara. Manifesto ini adalah representasi suara masyarakat sipil yang peduli dengan masa depan Jambi,” katanya.
Dalam manifesto yang akan dibacakan di akhir kegiatan, Aliansi Suara Rakyat membawa tiga tuntutan utama. Pertama, reformasi di tubuh kepolisian agar lebih profesional dan transparan. Kedua, mendesak DPRD Provinsi Jambi agar benar-benar mengawal aspirasi rakyat, termasuk isu-isu nasional yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Tuntutan ketiga adalah transparansi proyek pemerintahan, khususnya terkait proyek-proyek multiyears. Menurut mereka, masyarakat berhak mengetahui perencanaan, penggunaan anggaran, serta progres pelaksanaannya secara terbuka.
“Kami ingin adanya kejelasan dalam perencanaan, pengelolaan keuangan, dan pelaksanaan proyek. Jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton, padahal proyek itu dibiayai dengan uang rakyat,” tegas Vadel.
Aksi ini juga mendapat perhatian masyarakat yang melintas dan berkegiatan di sekitar kantor gubernur. Meski tidak menargetkan jumlah massa tertentu, penyelenggara menyebut kehadiran masyarakat yang spontan turut meramaikan lokasi menjadi bukti bahwa aspirasi rakyat mendapatkan perhatian luas.
Selain orasi politik, aksi damai ini juga diwarnai dengan penampilan seni berupa musikalisasi puisi, teatrikal, hingga doa bersama. Panitia menyebut, rangkaian acara tersebut sengaja dikemas secara kreatif agar pesan yang dibawa lebih menyentuh hati dan bisa diterima oleh semua kalangan.
Hingga pukul 18.00 WIB, kegiatan masih berlangsung dengan tertib. Massa aksi terlihat duduk bersila mendengarkan pembacaan puisi dan orasi dari perwakilan masyarakat. Aparat kepolisian juga terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan jalannya kegiatan tetap kondusif, massa aksi juga melaksanakan shalat Maghrib berjamaah di lokasi.
“Ini adalah gerakan rakyat Jambi, bukan dari organisasi manapun. Harapan kami, manifesto yang kami sampaikan nanti bisa didengar dan ditindaklanjuti oleh DPRD, pihak kepolisian, maupun pemerintah daerah,” pungkas Vadel.(ADR)












