Dari Botol ke Cangkir: Peralihan Gaya Nongkrong ala Gen Z

DRADIO.ID – Tongkrongan anak muda zaman sekarang mengalami perubahan, terkhususnya Gen Z. Tempat-tempat yang dulunya ramai di tempat bar atau kelab malam kini anak muda lebih menyukai suara grinder kopi dan pesanan matcha latte. Kebanyakan Gen Z membandingkan kopi dengan alkohol, mereka lebih memilih kopi yang harganya hanya berkisar Rp20-30 saja, dan tidak lupa dengan caffe sekarang terpasang Wi-Fi gratis.

Badan Pusat Statiska mencatat konsumsi alkohol pada Maret 2025 oleh kelompok usia 15-24 tahun hanya mencapai 3,2% dan 60% Gen Z Indonesia jarang bahkan tidak pernah mengomsumsi alkohol. Sementara kopi dan matcha latte dikonsumsi hampir setia harinya oleh Gen Z yang sudah menjadi rutinitas.

Harga minuman beralkohol yang relatif tinggi membuat alkohol menjadi pilihan yang kurang ekonomis di tengah kondisi ekonomi sekarat. Belum lagi efek samping alkohol yang membuat tidak produktif. Gen Z dengan cermat mengenali dampak jangka panjang. Kafein dalam kopi dianggap mendukung fokus dan produktivitas.

Menjamurnya caffe sejak 2019 menciptakan tempat bersosialisasi, bekerja sambil nongkrong, ataupun merayakan acara. Berbeda dengan diskotik yang hanya terbatas pada area tertentu. Pengaruh media sosial pun juga menjadi bentuk promosi kopi dan matcha.

Namun, industri minuman beralkohol tidak diam saja. Beberapa perusahaan besar mengembangkan produk baru, termasuk minuman low-alcohol atau alcohol-free yang bisa disesuaikan untuk semua usia. Walau begitu, pemasokan alkohol masih terbilang rendah dibanding kopi dan matcha.

Gen Z sekarang sudah menunjukkan kesadaran akan bahaya meminum alkohol seperti penyakit hati dan berakibat pula terhadap penyakit mental anxiety juga depresi.(WA)