dradio.id – Pemerintah Kota Jambi menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Jambi, Dr. H. Maulana, MKM, dalam kegiatan pembukaan pelatihan pelayanan publik di Gedung BKD Kota Jambi.(06/04/2026)
Dalam sambutannya, Maulana menekankan bahwa menjadi ASN merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar, mengingat tidak semua orang memiliki kesempatan tersebut. “Yang diterima sedikit, yang ikut tes ribuan. Karena itu kita harus bersyukur menjadi pelayan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa orientasi utama ASN adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, profesi sebagai pelayan publik merupakan pekerjaan yang mulia dan memiliki nilai tinggi di tengah masyarakat. “Pekerjaan ini adalah pekerjaan terhormat karena kita hadir untuk melayani,” katanya.
Lebih lanjut, Maulana menyoroti bahwa tantangan dalam pelayanan publik akan terus berkembang seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat. Ia menyebut bahwa pelayanan publik tidak pernah mencapai titik akhir karena standar masyarakat selalu meningkat. “Pelayanan publik harus terus memperbaiki diri karena harapan masyarakat terus naik,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa risiko dalam pelayanan publik juga cukup besar, terutama di era digital saat ini. Menurutnya, kritik dan keluhan masyarakat lebih cepat menyebar dibandingkan apresiasi terhadap kinerja yang baik. “Satu kesalahan bisa viral, sementara banyak kebaikan sering tidak terlihat,” kata Maulana.
Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga menekankan pentingnya kesiapan mental bagi ASN dalam menghadapi kritik. Ia meminta para ASN untuk tidak mudah tersinggung dan tetap fokus memberikan pelayanan terbaik. “Itulah risiko menjadi pelayan publik, tidak boleh mudah sakit hati,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, Wali Kota memperkenalkan konsep pelayanan publik yang dikenal dengan prinsip RATER, yakni responsibility (tanggung jawab), accountability (akuntabilitas), tangible (bukti fisik), empathy (empati), dan responsiveness (respons cepat).
Ia menilai, dari lima prinsip tersebut, aspek tangible dan empati menjadi faktor yang paling mudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Lingkungan kerja yang bersih, rapi, serta sikap ramah dinilai mampu memberikan kesan positif dalam pelayanan. “Yang pertama dilihat masyarakat itu tampilan dan sikap kita,” katanya.
Selain itu, empati menjadi kunci penting dalam memahami kebutuhan masyarakat, khususnya bagi kelompok yang kurang mampu. Wali Kota menegaskan bahwa kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan kondisi riil masyarakat. “Pelayan publik harus bisa merasakan apa yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, respons cepat terhadap keluhan masyarakat juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Ia meminta seluruh ASN untuk sigap dalam menindaklanjuti setiap aduan yang masuk agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Dirinya juga menegaskan bahwa pimpinan memiliki tanggung jawab untuk melindungi bawahannya selama bekerja sesuai aturan. Ia menekankan pentingnya dukungan pimpinan dalam menjaga integritas pelayanan publik. “Kalau sudah sesuai SOP, pimpinan wajib membela,” katanya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Jambi optimistis kualitas pelayanan publik akan terus meningkat dan berdampak positif terhadap pembangunan daerah, termasuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(LEF)












