Berita  

Workshop Literasi Digital Tingkatkan Kemampuan Siswa SD 06 Sungai Duren Membedakan Informasi Benar dan Hoaks

DRADIO.ID – Jambi ,  Penguatan literasi digital semakin dirasakan penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan era distruktif. Hal ini tercermin dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling, di SD Negeri 06 Sungai Duren.Kons.(06/08/2025)

Kegiatan ini diinisiasi oleh tim pengabdian yang diketuai oleh Prof. Dr. Drs. Akmal, M.Pd., bersama anggota Muhammad Ferdiansyah, S.Pd., M.Pd., Zubaidah, M.Pd., Kons., Sri Rahmah Ramadhoni, M.Pd., Nur Hasanah Harahap, M.Pd., Kons., dan Rully Andi Yaksa, S.Pd., M.Pd.

Workshop bertajuk “Penguatan Literasi Digital untuk Pelajar sebagai Respon terhadap Era Distruktif” tersebut diikuti antusias oleh para siswa. Mereka mendapatkan pemahaman baru mengenai bagaimana memanfaatkan teknologi secara positif, sekaligus meminimalisasi dampak negatif dari penggunaan gawai dan media sosial.

Muhammad Ferdiansyah salah Satu Dosen Yang Melaksanakan Kegiatan Tersebut menekankan bahwa literasi digital bukan hanya sekadar kemampuan mengakses internet, melainkan keterampilan untuk memilah informasi, memahami etika digital, dan menghindari jebakan konten yang menyesatkan. “Anak-anak kita harus dibekali bukan hanya keterampilan akademik, tetapi juga kemampuan menghadapi derasnya arus informasi di era digital,” ujarnya.

Pelaksanaan workshop ini memberikan dampak nyata bagi peserta. Para pelajar mengaku lebih memahami cara menggunakan internet dengan bijak, termasuk bagaimana menyaring informasi hoaks dan menghindari potensi kecanduan digital. Hal tersebut menjadi bekal penting agar mereka mampu tumbuh sebagai generasi yang kritis dan berkarakter.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Sekolah SD Negeri 06 Sungai Duren, Sekretaris Desa Sungai Duren, serta beberapa dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Jambi. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pentingnya literasi digital di kalangan pelajar sekolah dasar.

Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran guru dan orang tua yang hadir untuk lebih aktif mendampingi anak-anak dalam penggunaan teknologi. Dengan demikian, literasi digital tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ferdiansyah menjelaskan, respon terhadap era distruktif perlu diwujudkan melalui pendidikan yang adaptif. Workshop ini merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi dosen Bimbingan dan Konseling dalam menjawab kebutuhan zaman. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digalakkan di berbagai sekolah.

Para siswa peserta workshop juga diajak melakukan praktik langsung, seperti simulasi pencarian informasi sehat di internet, mengenali ciri-ciri berita palsu, hingga memahami pentingnya etika saat berinteraksi di media sosial. Praktik ini menjadi pengalaman berharga yang berdampak langsung pada peningkatan keterampilan digital mereka.

Dampak positif lain yang dirasakan adalah munculnya motivasi siswa untuk menggunakan teknologi sebagai sarana belajar, bukan sekadar hiburan. Beberapa siswa mengaku terinspirasi untuk mencari konten edukatif di internet, seperti video pembelajaran, e-book, dan aplikasi pendukung belajar.

Pihak sekolah SD Negeri 06 Sungai Duren menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai workshop tersebut membantu sekolah dalam menyiapkan peserta didik menghadapi perkembangan zaman yang serba cepat dan penuh perubahan. Literasi digital menjadi salah satu kompetensi yang selaras dengan visi pendidikan nasional.

Dalam konteks yang lebih luas, pelaksanaan pengabdian masyarakat ini juga mencerminkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar. Kolaborasi antara dosen, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan membangun generasi tangguh di era distruktif.

Sebagai penutup, Ferdiansyah menegaskan bahwa workshop ini hanyalah langkah awal. Ia berharap hasil kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan pendampingan berkelanjutan, sehingga dampak positifnya semakin terasa. “Kita ingin anak-anak tumbuh sebagai generasi cerdas, bijak, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya.(ADR)