Waspada Modus Baru! BNN Ungkap Vape Disusupi Narkoba, Etomidate Jadi Ancaman Tersembunyi

DRADIO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap adanya tren baru penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektronik atau vape yang kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan masyarakat. Fenomena ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba terus beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi dan gaya hidup modern. Kepala BNN menyatakan bahwa vape telah berubah fungsi dari sekadar perangkat alternatif merokok menjadi media baru untuk mengonsumsi narkotika dan zat psikoaktif jenis baru (New Psychoactive Substances/NPS). Fakta tersebut dinilai sebagai ancaman nyata yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Dalam sejumlah pengungkapan kasus, BNN menemukan cairan vape yang mengandung zat berbahaya seperti sabu cair hingga etomidate, yakni obat anestesi yang seharusnya hanya digunakan untuk kepentingan medis dengan pengawasan ketat.

Temuan tersebut menandai pergeseran modus operandi peredaran narkoba yang kini memanfaatkan produk populer di kalangan anak muda agar terlihat “legal” dan sulit dicurigai. Vape dinilai menjadi sarana efektif karena bentuknya praktis dan tidak mudah terdeteksi secara kasat mata.

BNN bahkan mengungkap adanya laboratorium rahasia yang memproduksi cairan vape mengandung zat berbahaya di kawasan permukiman, menunjukkan bahwa jaringan distribusi narkoba semakin terorganisasi dan tersembunyi.

Menurut BNN, penggunaan vape sebagai media narkoba tergolong sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) karena menyasar generasi muda dengan metode yang lebih terselubung dibandingkan cara konvensional.

Etomidate sendiri merupakan obat bius yang bila disalahgunakan dapat menimbulkan efek kesehatan serius, terutama jika dihirup tanpa pengawasan medis dan tanpa takaran yang jelas.
Selain berisiko menyebabkan gangguan kesehatan mendadak, penggunaan berulang zat tersebut juga dapat menimbulkan ketergantungan dan efek berbahaya lainnya, sehingga masyarakat diminta tidak mencoba-coba produk vape ilegal.

BNN menegaskan bahwa anggapan vape sebagai alat bantu berhenti merokok belum terbukti secara ilmiah, bahkan kini justru dimanfaatkan sebagai pintu masuk penyalahgunaan zat adiktif.

Untuk mengantisipasi munculnya narkotika jenis baru, BNN telah mengembangkan sistem peringatan dini (early warning system) yang memungkinkan masyarakat memantau perkembangan temuan zat berbahaya secara terbuka melalui platform resmi.

Di sisi lain, aparat penegak hukum mengakui masih menghadapi kendala teknis dalam penindakan, salah satunya belum tersedianya alat uji cepat untuk mendeteksi kandungan etomidate pada pengguna, sehingga proses pembuktian masih bergantung pada barang bukti fisik.

Melihat eskalasi ancaman tersebut, BNN mendorong adanya regulasi yang lebih tegas terhadap peredaran vape dan produk sejenis agar tidak dimanfaatkan sebagai sarana distribusi narkotika, sekaligus menegaskan pentingnya dukungan kebijakan untuk melindungi masyarakat dari modus baru kejahatan narkoba.(ADR)