DRADIO.ID – Penyanyi sekaligus aktris Selena Gomez mengungkapkan bahwa kebiasaannya menggunakan vape yang mengandung nikotin telah mengubah kualitas suaranya. Pengakuan tersebut disampaikan melalui video di Instagram Story pada 18 Oktober 2026, sekaligus menjawab spekulasi publik mengenai perubahan suara yang dialaminya.
Dikutip dari sejumlah media internasional, Selena mengaku pernah menggunakan vape bernikotin dalam jumlah banyak. Ia juga mengatakan bahwa menghentikan kebiasaan tersebut bukan perkara mudah karena nikotin dapat menimbulkan ketergantungan.
Selena menyatakan bahwa dirinya telah berhenti menggunakan vape dan berharap dapat mempertahankan keputusan tersebut. Ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya mereka yang sedang berusaha melepaskan diri dari ketergantungan nikotin, agar tidak menyerah.
Bintang serial Only Murders in the Building itu turut mengingatkan orang-orang yang belum pernah mencoba vape agar tidak memulai kebiasaan tersebut. Menurutnya, risiko yang ditimbulkan tidak sebanding dengan manfaat yang dirasakan.
Perubahan suara yang dialami Selena menjadi perhatian karena penggunaan rokok elektronik tidak hanya berkaitan dengan kesehatan paru-paru, tetapi juga berpotensi memengaruhi saluran pernapasan dan mekanisme pembentukan suara.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Laryngoscope pada 2025 menemukan bahwa pengguna rokok elektronik harian melaporkan lebih banyak keluhan suara dan batuk dibandingkan kelompok yang tidak menggunakannya. Penelitian tersebut juga menemukan sejumlah perbedaan pada pergerakan pita suara. Namun, penelitian ini masih bersifat awal dan belum dapat menjelaskan seluruh dampak jangka panjang vaping.
Aerosol vape dapat mengandung berbagai zat yang berpotensi mengiritasi jaringan saluran pernapasan. Iritasi, peradangan, dan kekeringan pada area tenggorokan dapat mengganggu kerja pita suara, sehingga suara berisiko menjadi serak, kasar, atau mengalami perubahan kualitas.
Batuk berulang akibat iritasi juga dapat memberikan tekanan tambahan pada pita suara. Dampak tersebut menjadi perhatian khusus bagi penyanyi dan pekerja yang mengandalkan kemampuan vokal dalam aktivitas sehari-hari.
Selain berpotensi memengaruhi kesehatan suara, nikotin merupakan zat adiktif yang dapat membuat seseorang kesulitan menghentikan penggunaannya. Karena itu, keputusan untuk berhenti menggunakan vape dapat menjadi tantangan bagi penggunanya.
Meski demikian, perubahan suara tidak selalu disebabkan oleh vaping. Infeksi, penggunaan suara secara berlebihan, iritasi, serta kondisi medis tertentu juga dapat memengaruhi kualitas suara seseorang.
Suara serak yang berlangsung lebih dari dua hingga empat minggu sebaiknya diperiksakan kepada dokter, khususnya dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan. Pemeriksaan perlu dilakukan lebih cepat apabila keluhan disertai kesulitan bernapas atau menelan.
Pengalaman Selena Gomez menjadi pengingat bahwa dampak penggunaan vape perlu diperhatikan secara menyeluruh, termasuk terhadap kesehatan suara. Pengakuannya sekaligus menjadi ajakan agar masyarakat lebih memahami risiko nikotin dan tidak menganggap rokok elektronik sebagai produk yang sepenuhnya aman.(ADR)












