DRADIO.ID – Jambi , Aksi Jilid II Aliansi Masyarakat Sipil dan Mahasiswa Jambi kembali digelar pada Senin, (01/09/2025) di depan gedung DPRD Provinsi Jambi. Berbeda dengan hari pertama yang diwarnai kericuhan, aksi kali ini berjalan jauh lebih kondusif. Suasana terasa lebih terkendali meski massa tetap memenuhi area utama di sekitar gedung wakil rakyat.
Sejak pagi, peserta aksi mulai berdatangan. Jalanan di depan gedung DPRD dipenuhi barisan mahasiswa yang membawa spanduk, poster, dan bendera. Meski jumlah massa cukup besar, suasana terasa lebih damai dan tidak menegangkan seperti sebelumnya.
Di tengah barisan aksi, perhatian massa sempat teralihkan oleh kehadiran seorang demonstran yang tampil berbeda. Ia mengenakan kostum Usop, salah satu karakter dalam anime populer One Piece. Dengan hidung panjang buatan, bandana, dan perlengkapan khas karakter, sosok ini berjalan di antara kerumunan bak simbol perlawanan kreatif. Banyak mata tertuju kepadanya, bahkan beberapa peserta aksi terlihat mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.
Tidak kalah menarik, sejumlah pedagang kecil memanfaatkan momentum aksi untuk berjualan. Ada yang menjajakan air mineral, es lilin, gorengan hangat, hingga pernak-pernik sederhana. Suara pedagang yang menawarkan dagangannya berpadu dengan orasi massa, menciptakan suasana riuh khas jalanan Jambi.
Tidak Lupa Juga Fenomena unik lainnya terlihat di sisi jalan. Salah Satu pelajar SMA yang ikut nimbrung aksi tampak dijemput langsung oleh ibunya di awal Ketika Massa Berkumpul Di Simpang BI. Pelajar itu digiring keluar dari kerumunan. Pemandangan ini sempat menjadi pusat perhatian, memperlihatkan sisi humanis dari hiruk pikuk demonstrasi.
Selain itu, tidak sedikit pelajar lain yang kedapatan membolos sekolah. Mereka terlihat berbaur dengan massa, sebagian hanya duduk di trotoar, sebagian lainnya berdiri di bawah pohon besar. Seragam sekolah yang masih melekat di tubuh mereka menjadi bukti bahwa jam belajar ditinggalkan demi rasa penasaran menyaksikan jalannya aksi.
Sementara itu, masyarakat umum juga ramai berkumpul di sekitar lokasi. Ada yang datang berkelompok, ada pula yang sendirian. Mereka berdiri di pinggir jalan, sebagian duduk di kursi plastik yang dibawa dari rumah, hanya untuk menonton jalannya aksi seperti menonton pertunjukan terbuka.
Kawasan sekitar DPRD pun dipenuhi hiruk pikuk. Suara teriakan, orasi, nyanyian massa, hingga bunyi klakson kendaraan yang melintas sesekali berpadu menjadi satu. Meski lalu lintas sempat tersendat, arus kendaraan masih dapat berjalan dengan pengaturan yang ketat.
Pemandangan kontras juga terlihat di beberapa titik. Di satu sisi, mahasiswa berorasi lantang dengan penuh semangat. Di sisi lain, para pedagang sibuk melayani pembeli, anak-anak sekolah mencari tempat berteduh, sementara warga biasa menikmati tontonan dari kejauhan. Semua itu melebur dalam satu ruang yang sama.
Jika aksi sebelumnya lebih banyak meninggalkan jejak kericuhan, aksi kali ini justru menghadirkan warna-warni fenomena sosial yang beragam. Mulai dari kreativitas cosplay, dinamika pedagang, hingga cerita pelajar dan orang tua yang bertemu di tengah massa.
Menjelang sore, suasana tetap terkendali. Massa masih bertahan, namun tidak ada insiden besar yang terjadi. Aktivitas berlangsung dengan ritme yang stabil, memperlihatkan wajah baru dari aksi Jilid II.
Akhirnya, aksi hari kedua ini meninggalkan catatan berbeda dibandingkan sebelumnya. Bukan hanya soal tuntutan politik, tetapi juga potret kehidupan sosial masyarakat Jambi yang menyatu dalam satu panggung besar di depan gedung DPRD Provinsi.(ADR)












