DRADIO.ID – Jambi , Tim Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Inovasi Seni Nusantara Universitas Jambi yang diketuai oleh Muhammad Zulfikar, berkolaborasi dengan Sanggar Seni Mayang Manggurai, sukses menyelenggarakan sebuah perhelatan seni bertajuk “Main di Luar Yuk”.
Pergelaran seni tersebut dilaksanakan di Alun-alun Batanghari dan menghadirkan konsep permainan tradisional yang dipadukan dengan sentuhan tari serta musik Melayu, lengkap dengan dendang permainan anak-anak.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi yang telah berlangsung sejak Oktober hingga Desember 2025, sebagai upaya menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai ditinggalkan oleh generasi muda.

Dalam sambutannya, Muhammad Zulfikar menyoroti perubahan pola bermain anak-anak akibat arus globalisasi yang semakin kuat dan tidak terelakkan.
“Arus global sudah mengubah semua, termasuk pola bermain anak-anak kita. Dari yang dulu bermain bersama di luar rumah, kini bergeser menjadi bermain bersama dalam dunia maya yang tidak dapat kita kendalikan,” ujarnya pada Rabu.
Menurut Zulfikar, kondisi tersebut menjadi latar belakang digelarnya perhelatan ini, sebagai upaya bersama untuk menghidupkan kembali permainan tradisional yang semakin menghilang dari kehidupan anak-anak dan remaja.
Ia berharap, melalui pergelaran seni permainan tradisional ini dapat menjadi langkah awal dalam menggalakkan sekaligus mengampanyekan gerakan “main di luar” bagi anak dan remaja.
“Tujuannya agar dapat mengurangi penggunaan gawai yang berlebihan, sekaligus membangun kembali interaksi sosial melalui permainan tradisional,” tambahnya.
Sementara itu, Teriah selaku Lurah Kelurahan Rengas Condong menyampaikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia juga berharap agar kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang melalui kolaborasi berkelanjutan bersama Sanggar Seni Mayang Manggurai.
“Kami sangat berterima kasih dapat dilibatkan dalam kegiatan yang luar biasa ini. Melalui kegiatan ini, semoga menjadi awal bagi masyarakat untuk mengenal kembali permainan tradisional yang dulu pernah ada,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Pergelaran seni ini diisi dengan beragam penampilan tari dan musik tradisional, dengan puncak acara berupa tarian permainan tradisional yang diiringi musik serta koreografi permainan anak-anak karya Syahril, pimpinan Sanggar Seni Mayang Manggurai.

Menutup kegiatan, Muhammad Zulfikar menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, di antaranya Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta Tim Sanggar Seni Mayang Manggurai, seraya berharap kegiatan ini dapat kembali terselenggara pada tahun 2026.(ADV)






