DRADIO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah sepanjang tahun 2025 dalam Rapat Paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ).
Rapat paripurna tersebut digelar di Ruang Rapat Swarna Bumi DPRD Kota Jambi, Selasa (31/03/2026), sebagai bentuk akuntabilitas kinerja pemerintah kepada legislatif dan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Wali Kota Maulana menegaskan komitmen mewujudkan visi besar pembangunan daerah, yakni “Kota Jambi sebagai Kota Perdagangan dan Jasa yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif dan Sejahtera” atau dikenal sebagai Kota Jambi Bahagia 2030.
Untuk mendukung visi tersebut, Pemkot Jambi telah menetapkan 11 program unggulan daerah yang sepanjang 2025 dinilai mampu memperkuat fondasi pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Penguatan Pendidikan dan Kesehatan
Di sektor pendidikan, Pemkot Jambi mengalokasikan anggaran sebesar Rp476,14 miliar atau 22,54 persen dari total APBD 2025, melampaui ketentuan minimal 20 persen.
Melalui Program Kartu Bahagia, bantuan pendidikan sebesar Rp3 miliar disalurkan kepada 2.006 siswa SD dan SMP dari keluarga kurang mampu. Indikator pendidikan juga menunjukkan tren positif, dengan Harapan Lama Sekolah (HLS) mencapai 15,56 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sebesar 11,59 tahun.
Selain itu, Pemkot Jambi juga berhasil memperjuangkan pembangunan Sekolah Rakyat melalui hibah lahan seluas 5,5 hektare, dengan dukungan investasi sekitar Rp250 miliar dari pemerintah pusat.
Di bidang kesehatan, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 99,91 persen, melampaui target 98,6 persen. Program jaminan sosial ketenagakerjaan juga menjangkau ribuan pekerja rentan, termasuk Ketua RT, PHL, dan petugas syara’, dengan total santunan lebih dari Rp1,6 miliar.
Penurunan angka stunting menjadi capaian signifikan, dari 10,3 persen pada 2024 menjadi 1,75 persen pada 2025, melalui penguatan program gizi dan dukungan program nasional.
Perlindungan Sosial dan Penguatan Ekonomi
Pemkot Jambi terus mengurangi beban masyarakat melalui berbagai program bantuan, seperti sembako, operasi pasar, bantuan alat kesehatan, serta perluasan jaringan gas rumah tangga yang telah mencapai 13.235 sambungan.
Di sektor ekonomi, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1,317 triliun. Program unggulan seperti BAN HARKAT, BALIKAT, RUMEL, dan Bahagia Berbudaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Sejumlah capaian di antaranya pelatihan bagi lebih dari 2.000 peserta, penyediaan 13 ribu lowongan kerja melalui job fair, program magang ke Jepang, penyaluran kredit berbunga rendah sebesar Rp111,4 miliar, bantuan UMKM lebih dari Rp5 miliar, serta pembentukan 68 Koperasi Merah Putih.
Pembangunan Infrastruktur dan Kota Tangguh
Dalam pembangunan infrastruktur, kondisi jalan mantap mencapai 71,57 persen atau sepanjang 371,602 kilometer. Cakupan layanan air minum mencapai 84,27 persen dengan lebih dari 107 ribu sambungan rumah.
Selain itu, akses sanitasi aman tercatat 6,31 persen, sementara penanganan kawasan rawan banjir melampaui target hingga 124,42 persen.
Pemkot Jambi juga mendorong proyek strategis seperti pembangunan kolam retensi Telago Kajang Lako melalui kolaborasi pembiayaan lintas sumber, termasuk kerja sama internasional.
Penataan kawasan kota dilakukan melalui revitalisasi sejumlah ruang publik seperti kawasan Kota Tua, Menara Air, serta Taman Remaja yang kini dikenal sebagai Banjuran Budayo.
Tak hanya itu, inisiatif transportasi ramah lingkungan mulai dijalankan melalui pengadaan bus listrik dan angkutan feeder berbasis listrik.
Perumahan, Lingkungan, dan Inovasi Kampung Bahagia
Di sektor perumahan, capaian penyediaan rumah layak huni mencapai 92,20 persen. Hingga 2025, sebanyak 2.955 rumah tidak layak huni telah ditangani, termasuk 207 unit pada tahun berjalan melalui dukungan berbagai pihak.
Program Kampung Bahagia menjadi salah satu inovasi berbasis masyarakat, dengan pilot project di 67 RT yang menghasilkan 651 kegiatan, baik fisik maupun sosial, dengan tingkat efektivitas mencapai 135 hingga 150 persen.
Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik
Dalam tata kelola pemerintahan, Pemkot Jambi menjalankan program Apel Kota dan BALAP (Bahagia Berintegritas Layanan Anti Pungli).
Sepanjang 2025, sebanyak 5.628 tenaga honorer telah diangkat menjadi PPPK. Selain itu, penguatan kapasitas ASN dilakukan melalui pelatihan, talent pool, dan kerja sama internasional.
Melalui Call Center Bahagia, pemerintah juga menghadirkan layanan pengaduan masyarakat selama 24 jam. Dari 6.152 laporan yang masuk, sebanyak 97,15 persen telah ditindaklanjuti.
Dukungan Pembiayaan dan Komitmen Berkelanjutan
Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa sepanjang 2025, Pemkot Jambi berhasil menghimpun dukungan pembiayaan pembangunan lebih dari Rp1,7 triliun di luar APBD, yang berasal dari APBN, APBD Provinsi, kerja sama internasional, CSR, hingga Baznas.
Mengakhiri penyampaian LKPJ, Wali Kota Jambi menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Jambi, seluruh pemangku kepentingan, serta masyarakat atas dukungan dalam pembangunan daerah.
“Pemerintah Kota Jambi akan terus melanjutkan capaian yang sudah baik serta melakukan evaluasi untuk perbaikan ke depan, agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya. Melalui berbagai capaian tersebut, Pemkot Jambi optimistis langkah menuju terwujudnya Kota Jambi Bahagia 2030 semakin nyata, dengan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.












