Wali Kota Jambi Takziah ke Rumah Duka Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, mengunjungi rumah duka korban kecelakaan KRL

DRADIO.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, mengunjungi rumah duka korban kecelakaan KRL Commuter Line di Bekasi, Jawa Barat, yang menewaskan seorang warga Kota Jambi, Nur Alimatun Citra Lestari (19), sebagai bentuk empati dan kepedulian pemerintah kepada keluarga korban, Rabu (29/04/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan di kediaman almarhumah yang beralamat di Jalan Camar 2, Nomor 33, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi. Kehadiran Wali Kota disambut keluarga yang tengah berduka atas kepergian anggota keluarganya.

Diketahui, Nur Alimatun Citra Lestari merupakan salah satu dari 15 korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan KRL Commuter Line yang terjadi di wilayah Bekasi. Peristiwa tersebut menjadi duka nasional, khususnya bagi keluarga korban.

Almarhumah merupakan alumni SMA Negeri 10 Kota Jambi dan saat ini tercatat sebagai mahasiswa STMA Trisakti angkatan 2024. Ia dikenal sebagai sosok yang rajin dan berkomitmen dalam menempuh pendidikan.

Jenazah korban tiba di rumah duka pada Rabu pagi sekitar pukul 08.15 WIB melalui jalur penerbangan dari Jakarta. Kedatangannya disambut tangis haru keluarga dan kerabat yang telah menunggu.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana turut menyerahkan santunan kepada pihak keluarga. Santunan tersebut berasal dari PT Jasa Raharja Wilayah Jambi sebesar Rp50 juta serta dari Jasa Raharja Putera sebesar Rp40 juta.

Wali Kota Maulana menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas musibah yang terjadi. Ia menilai peristiwa ini menjadi kehilangan besar, terutama karena almarhumah sedang dalam proses menempuh pendidikan.

“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Almarhumah sedang berjuang menuntut ilmu, namun takdir berkata lain. Kami hadir untuk memberikan dukungan kepada keluarga,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah juga bertujuan memastikan seluruh hak korban, termasuk santunan, dapat diterima dengan baik oleh keluarga yang ditinggalkan.

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan lancar, termasuk penyaluran santunan kepada ahli waris,” tambahnya.

Sementara itu, ayah korban, Ruslan, mengungkapkan bahwa keluarga pertama kali menerima kabar duka pada Selasa sore dari anak keduanya yang berada di Bekasi.

“Informasi kami terima sekitar pukul setengah lima sore dari kakaknya yang di Bekasi,” kata Ruslan.

Ia juga menjelaskan bahwa selama menempuh pendidikan, almarhumah tinggal bersama kakaknya di Bekasi dan menggunakan kereta api sebagai transportasi harian menuju kampus.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban dalam perjalanan pulang dari kampus. Kejadian itu mengakhiri perjalanan hidupnya dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta orang-orang terdekat.(LEF)