SPBU Tutup, Antrean Tetap Hidup: Wajah Buram Distribusi BBM Subsidi di Kota Jambi

Demi Solar Bersubsidi, Kendaraan Rela Bermalam di Pinggir Jalan Kota Jambi

DRADIO.ID – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Jambi kembali menjadi sorotan. Pemandangan serupa juga terlihat hingga larut malam, bahkan ketika operasional SPBU telah berakhir.

Pantauan di beberapa titik menunjukkan deretan kendaraan memenuhi badan jalan di depan SPBU. Antrean didominasi mobil pribadi berbahan bakar diesel, truk angkutan barang, serta mobil travel yang memilih mengantre sejak malam hari untuk mendapatkan BBM subsidi saat SPBU kembali beroperasi pada pagi hari.

Kondisi tersebut membuat badan jalan di sekitar SPBU dipenuhi kendaraan yang terparkir memanjang. Meski arus lalu lintas masih dapat dilalui, ruang gerak pengguna jalan menjadi lebih terbatas, terutama pada ruas jalan yang berada di kawasan permukiman dan pertokoan.

Sejumlah warga mengaku aktivitas mereka ikut terdampak. Deretan kendaraan yang mengantre disebut menutupi akses menuju beberapa rumah dan ruko di sekitar SPBU sehingga menyulitkan aktivitas keluar masuk kendaraan milik warga maupun pelanggan usaha.

Selain mengganggu akses, keberadaan antrean hingga tengah malam juga dinilai mengurangi kenyamanan lingkungan sekitar. Warga berharap antrean tidak dibiarkan memenuhi badan jalan karena berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan pengguna jalan.

Fenomena antrean semalam suntuk ini menambah daftar persoalan distribusi BBM subsidi di Kota Jambi. Sebelumnya, masyarakat juga mengeluhkan antrean panjang kendaraan diesel di berbagai SPBU yang dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas warga.

Selain dugaan pelangsiran, masyarakat juga menilai sistem antrean yang berlangsung sejak tengah malam perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, meski SPBU belum beroperasi, puluhan hingga ratusan kendaraan sudah lebih dulu memenuhi area sekitar SPBU sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan dan mengganggu ketertiban umum.

Sebelumnya, keluhan mengenai antrean panjang BBM subsidi juga telah ramai disampaikan masyarakat di berbagai SPBU Kota Jambi. Antrean disebut terjadi di sejumlah lokasi seperti kawasan Simpang Rimbo, Broni, Paal 5, Paal 7, Simpang Kawat, Nusa Indah, Selincah, Handil, Talang Bakung, hingga Tanjung Lumut.

Beberapa waktu lalu Wali Kota Jambi Maulana mengakui persoalan antrean BBM subsidi bukan sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Kota Jambi. Menurutnya, penyelesaian masalah tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Pertamina, kepolisian, hingga instansi teknis terkait.

Maulana juga menyebut praktik pelangsiran menjadi salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh BBM subsidi. Pemerintah Kota Jambi, kata dia, telah membentuk tim pengawasan bersama Dinas Perhubungan dan Polresta Jambi, serta meminta Pertamina memperketat pengawasan penggunaan barcode MyPertamina agar penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran.

Di sisi lain, warga berharap langkah pengawasan tidak hanya dilakukan pada jam operasional SPBU, tetapi juga pada malam hingga dini hari saat antrean kendaraan mulai terbentuk. Menurut mereka, penataan antrean sejak awal dapat mengurangi kepadatan kendaraan di badan jalan sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Hingga kini, antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Jambi masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM subsidi serta penindakan tegas terhadap setiap bentuk penyalahgunaan agar hak masyarakat yang berhak menerima BBM subsidi dapat terpenuhi tanpa harus mengantre sejak tengah malam.(ADR)