Studi Internasional: Luangkan Dua Jam di Alam Setiap Pekan, Kesehatan Fisik dan Mental Meningkat

DRADIO.ID- Sebuah studi internasional mengungkap bahwa menghabiskan waktu di alam terbuka selama dua jam setiap pekan dapat memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan fisik dan mental masyarakat.

Penelitian tersebut melibatkan sekitar 20.000 responden di Inggris melalui survei Monitor of Engagement with the Natural Environment, yang meneliti kebiasaan masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan alam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang meluangkan waktu minimal 120 menit per minggu di ruang terbuka melaporkan tingkat kesehatan dan kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang beraktivitas di alam.

Studi ini dipimpin oleh Mathew White dari University of Exeter, yang menegaskan bahwa durasi dua jam per minggu sudah cukup untuk memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan.

“Yang mengejutkan kami adalah bahwa dua jam per minggu sudah cukup untuk memberikan perubahan signifikan bagi kesehatan,” ungkapnya dikutip dari Project EverGreen.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa manfaat dari aktivitas di alam bersifat universal, tanpa dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, maupun latar belakang sosial ekonomi.

Baik masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan maupun pedesaan tetap memperoleh manfaat serupa, selama memiliki akses terhadap ruang hijau dan rutin berinteraksi dengan lingkungan alami.

Dari sisi kesehatan fisik, aktivitas di luar ruangan diketahui mampu membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, paparan cahaya alami juga berperan penting dalam mengatur ritme sirkadian, yang berdampak pada kualitas tidur serta tingkat energi harian seseorang.

Para peneliti menekankan bahwa manfaat tersebut tidak bergantung pada intensitas aktivitas yang dilakukan.

Kegiatan sederhana seperti berjalan santai, duduk di taman, atau berkebun dinilai sudah cukup memberikan dampak positif, selama dilakukan secara konsisten.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya hubungan manusia dengan alam yang bersifat terapeutik, sehingga interaksi berkelanjutan menjadi faktor utama dalam memperoleh manfaat tersebut.

Para ahli pun menyarankan masyarakat untuk mulai memasukkan aktivitas di alam ke dalam rutinitas harian, seperti berjalan kaki saat istirahat kerja atau berolahraga ringan di ruang terbuka.

Temuan ini sekaligus menjadi dorongan bagi pemerintah dan pengembang kota untuk memperluas akses ruang hijau publik, agar manfaat kesehatan dari lingkungan alam dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.(LEF)