Shakira Kembali ke Panggung Piala Dunia, Ini Kisah di Balik Lagu “Dai Dai”

Sumber Gambar : Instagram @Shakira

DRADIO.ID – Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit para pesepak bola terbaik dunia. Di balik gemerlap turnamen terbesar sejagat itu, hadir sebuah lagu yang membawa pesan persatuan lintas budaya dan benua.

Lagu berjudul “Dai Dai” yang dibawakan penyanyi Kolombia Shakira bersama musisi Nigeria Burna Boy menjadi salah satu sorotan utama menjelang putaran final Piala Dunia 2026. Lagu tersebut bahkan langsung mencuri perhatian publik setelah meraih lebih dari 25 juta penayangan hanya dalam tiga hari sejak dirilis di YouTube.

“Dai Dai”, yang dalam bahasa Italia memiliki makna “Terus Maju”, dipilih FIFA sebagai salah satu dari enam lagu resmi album Piala Dunia 2026. Dari seluruh lagu yang dirilis, karya kolaborasi Shakira dan Burna Boy menjadi yang paling cepat mendapatkan respons positif dari penggemar sepak bola maupun pecinta musik di berbagai negara.

Video musiknya dibuka dengan kemunculan sejumlah bintang sepak bola dunia seperti Kylian Mbappe, Harry Kane, Luis Diaz, Vinicius Junior, Takefusa Kubo, Erling Haaland, hingga Lionel Messi yang meneriakkan nama Shakira. Adegan tersebut menjadi simbol penyatuan sepak bola dan musik dalam satu panggung global.

Dalam video tersebut, Shakira tampil di depan Monumen Angel de la Independencia di Meksiko sebelum bergabung dalam pesta tarian meriah di tengah lanskap gurun bersama anak-anak Afrika. FIFA juga melibatkan Ghetto Kids Uganda, organisasi yang selama ini dikenal membantu anak-anak yatim piatu dan kurang mampu melalui musik, tari, dan seni pertunjukan.

Yang membuat “Dai Dai” berbeda dari lagu-lagu sepak bola lainnya adalah pesan multikultural yang diusung. Lirik lagu ini dinyanyikan dalam lima bahasa sekaligus, yakni Inggris, Spanyol, Italia, Prancis, dan Jepang. Keberagaman bahasa tersebut menjadi representasi semangat global yang selama ini menjadi identitas Piala Dunia.

Tak hanya berfungsi sebagai lagu penyemangat bagi para pemain dan suporter, “Dai Dai” juga membawa misi sosial. Lagu ini menjadi bagian dari kampanye Dana Pendidikan Global Piala Dunia 2026 yang bertujuan membantu anak-anak kurang mampu di berbagai belahan dunia memperoleh akses pendidikan dan olahraga yang layak.

Bagi Shakira, lagu ini memiliki makna yang lebih dalam. “Dai Dai” menandai kembalinya sang penyanyi ke panggung musik Piala Dunia setelah sebelumnya sukses besar melalui “Waka Waka” pada Piala Dunia 2010 dan “La La La” pada Piala Dunia 2014.

Dalam wawancara dengan media internasional, Shakira mengungkapkan bahwa musik menjadi terapi penting dalam hidupnya setelah perpisahan yang banyak menyita perhatian publik dengan mantan pesepak bola Gerard Pique pada 2022. Karena itu, banyak pengamat musik menilai “Dai Dai” bukan hanya lagu tentang sepak bola, tetapi juga simbol kebangkitan pribadi sang penyanyi.

Sementara itu, Burna Boy mengaku bangga dapat terlibat dalam proyek yang menyatukan jutaan orang dari berbagai negara. Menurutnya, musik dan sepak bola memiliki kekuatan yang sama, yakni menghapus batas-batas perbedaan dan mendekatkan manusia.

Antusiasme terhadap “Dai Dai” sebenarnya sudah terlihat jauh sebelum lagu tersebut dirilis secara resmi. Shakira terlebih dahulu mencuri perhatian saat menggelar konser gratis di Pantai Copacabana, Brasil, yang dihadiri sekitar dua juta penonton. Popularitas itu semakin meningkat ketika video promosi singkat lagu tersebut direkam di Stadion Maracana yang legendaris.

Kini, menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, “Dai Dai” bukan sekadar lagu pengiring turnamen. Lagu tersebut telah berkembang menjadi simbol persatuan, harapan, dan semangat untuk terus maju, selaras dengan pesan yang ingin dibawa ajang sepak bola terbesar di dunia kepada miliaran penggemarnya.(ADR)