Ribuan Warga Padati Minang Festival Jambi 2026, Panitia Harap Dukungan Lebih Solid

Suasana Minang Market Fest Jambi 2026 Hari Ke 2 (05/06/2026)

DRADIO.ID – Minang Festival Jambi 2026 yang digelar oleh Ikatan Pemuda Pemudi Minang Kreatif Jambi berhasil menarik perhatian masyarakat. Festival budaya dan hiburan ini menjadi penyelenggaraan perdana yang digagas oleh para pemuda Minang di Kota Jambi dengan melibatkan mahasiswa Minang yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di daerah tersebut.

Ketua Pelaksana Minang Festival Jambi 2026, Ody Satria Pratama, menjelaskan bahwa panitia pelaksana berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat, mulai dari Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman hingga Pesisir Selatan. Selain itu, panitia inti juga dibantu oleh mahasiswa Minang yang sedang kuliah di Jambi.

“Panitia pelaksana Minang Festival yang pertama ini terdiri dari Ikatan Pemuda Pemudi Minang Kreatif yang ada di Jambi. Kebetulan masing-masing dari kita memang berasal dari Sumatera Barat, ada yang dari Bukittinggi, Payakumbuh, Solok, Pariaman, Sampai pesisir. Panitia inti juga dibantu oleh mahasiswa Minang yang kuliah di Jambi,” ujar Ody.

Terkait kelanjutan kegiatan, Ody mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapat banyak dukungan dari Pemerintah Kota Jambi maupun tokoh-tokoh Minang yang berada di Jambi agar kegiatan serupa dapat kembali digelar di masa mendatang.

“Insya Allah akan kita realisasikan untuk volume kedua dan seterusnya. Namun ke depan kami berharap seluruh paguyuban Minang yang ada di Jambi seperti Gebu Minang, IKM, PKDP, PKPS,PKP, IKKAS dan lainnya dapat memberikan dukungan,” katanya.

Menurut Ody, penyelenggaraan festival perdana ini tidak berjalan mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi panitia sejak awal persiapan hingga acara berlangsung. Meski demikian, antusiasme masyarakat yang hadir menjadi penyemangat tersendiri bagi seluruh panitia.

“Kita menghadapi banyak tantangan. Tidak mulus menjalani event ini. Alhamdulillah setelah event berjalan, antusias masyarakat sangat luar biasa,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan olah Pemerintah Kota Jambi, Ketum HIPMI Provinsi Jambi, bg Iwan SOS (Sound Of Soul) dan pihak² sponsor/support yg tdk bsa di sebut kan 1 persatu selama penyelenggaraan kegiatan ini. Namun, Ody berharap koordinasi antarlembaga, khususnya dalam hal promosi, dapat lebih ditingkatkan pada kegiatan berikutnya.

“Alhamdulillah disupport oleh Pemerintah Kota Jambi. Namun harapan kami ke depan, pihak pariwisata dan dinas terkait bisa lebih kompak, khususnya dalam hal media promosi. Karena sebelumnya kami mendapat informasi bahwa kegiatan ini akan dipublikasikan melalui media sosial Humas Kota Jambi, tetapi sampai sekarang belum terealisasi,” ujarnya.

Meski demikian, Ody menilai minimnya dukungan promosi tidak mengurangi minat masyarakat untuk datang ke lokasi acara.

“Alhamdulillah tanpa dukungan promosi tersebut, antusias masyarakat tetap sangat baik,” katanya.

Ody juga menyampaikan pesan kepada masyarakat Minang agar semakin kompak dan solid dalam mendukung berbagai kegiatan yang mengangkat budaya dan kesenian tentang Minangkabau di Kota Jambi.

“Kalau ada kegiatan bertema Minang, tolong disupport dan dibantu. Jangan hanya mengkritik dari belakang, “jgn hanya bisa menghujat tapi tdk bsa berbuat”. Ketika kegiatan sudah terwujud, jgn ada mengakui klau kegiatan ini ada kerjasamanya dgn salah 1 paguyuban atau lain ny.
Krna kegiatan ini memang inisiatif dari kami pemuda dan pemudi Minang.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan sebuah event membutuhkan proses panjang dan kerja keras dari banyak pihak. Karena itu, ia berharap Minang Festival Jambi dapat menjadi inspirasi bagi komunitas dan paguyuban lain untuk menggelar kegiatan serupa yang lebih besar di masa mendatang.

Persiapan Minang Festival Jambi sendiri memakan waktu cukup panjang. Ody menyebut panitia mulai melakukan persiapan sejak akhir Oktober tahun lalu atau sekitar delapan bulan sebelum pelaksanaan.

“Awalnya kami berencana menggelar acara sebelum bulan puasa. Namun karena pada awal tahun terjadi bencana di Sumatera Barat, kami merasa tidak tepat jika tetap melaksanakannya pada saat itu. Akhirnya kegiatan diundur ke bulan Juni dan Alhamdulillah bisa terlaksana,” jelasnya.

Berdasarkan data panitia di pintu masuk, jumlah pengunjung pada hari pertama mencapai hampir 4.000 an orang dan di hari kedua sdah tercatat lebih dr 6.000 an org. Panitia berharap jumlah tersebut terus meningkat hingga malam penutupan besok.(ADR)