DRADIO.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Jambi menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Self-Respect dan Personal Boundaries dalam Membangun Body Image yang Positif pada Remaja Berbasis Nilai Budaya Melayu” di SMP Negeri 30 Muaro Jambi, Senin (20/07/2026). Kegiatan ini menjadi upaya nyata Perguruan Tinggi dalam memberikan edukasi kepada remaja agar mampu menghargai diri sendiri, memahami batasan pribadi (personal boundaries), serta membangun citra tubuh (body image) yang sehat dengan berlandaskan nilai-nilai budaya Melayu.
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Nur Hasanah Harahap, M.Pd., Kons., bersama anggota tim yang terdiri atas Hj. Dinny Rahmayanty, M.Pd., Muhammad Zulfikar, M.Pd., Muhammad Alridho Lubis, M.Pd., dan Dr. Ninil Elfira, M.Pd. Melalui program ini, para dosen menghadirkan materi yang menggabungkan perspektif Bimbingan dan Konseling dengan nilai-nilai kearifan lokal Melayu sebagai fondasi pembentukan karakter remaja.
Sebanyak 30 siswa dan siswi SMP Negeri 30 Muaro Jambi mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Seluruh peserta mendapat pendampingan dari Guru Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 30 Muaro Jambi, Candra Arizona, sehingga setiap sesi diskusi, refleksi, maupun simulasi berlangsung aktif dan memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pengalaman serta pandangan mereka mengenai rasa percaya diri dan penerimaan terhadap diri sendiri.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 30 Muaro Jambi, Ahdiani, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Jambi yang telah menghadirkan materi yang sangat relevan dengan perkembangan kehidupan remaja saat ini, terutama di tengah derasnya pengaruh media sosial terhadap cara pandang siswa terhadap penampilan fisik.
Menurut Ahdiani, penguatan karakter melalui nilai-nilai budaya Melayu menjadi salah satu pendekatan yang sangat tepat dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepercayaan diri, sopan santun, serta mampu menghargai dirinya sendiri. Ia berharap ilmu yang diperoleh siswa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu membangun lingkungan sekolah yang saling menghormati dan bebas dari tindakan perundungan maupun body shaming.
Selama kegiatan berlangsung, tim pengabdian menjelaskan bahwa self-respect merupakan kemampuan seseorang untuk menghargai dirinya sendiri, menerima kelebihan dan kekurangan, serta tidak menjadikan orang lain sebagai ukuran nilai diri. Sementara itu, personal boundaries dipahami sebagai kemampuan menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan sosial agar setiap individu dapat menjaga kenyamanan, keamanan, serta kesehatan emosionalnya.
Materi juga mengangkat pentingnya membangun body image yang positif sejak usia remaja. Para peserta diajak memahami bahwa setiap individu memiliki keunikan masing-masing dan tidak perlu membandingkan penampilan diri dengan standar kecantikan maupun ketampanan yang sering ditampilkan di media sosial. Nilai budaya Melayu yang menjunjung tinggi kesantunan, penghormatan terhadap sesama, serta menjaga martabat diri turut menjadi landasan dalam penyampaian materi.
Salah seorang peserta, Cinta, mengatakan memperoleh banyak pelajaran baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, selama ini banyak remaja merasa kurang percaya diri karena sering membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Setelah mengikuti kegiatan, ia menjadi lebih memahami pentingnya menerima diri sendiri dan menghargai kelebihan yang dimiliki. “Saya senang sekali mengikuti kegiatan ini. Sekarang saya lebih percaya diri dan tahu bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing, dan apa yang ditampilkan media sosial kebanyakan efek kamera saja. Kami juga diajarkan untuk tidak mudah mengomentari penampilan orang lain karena bisa melukai perasaan mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, Guru BK SMP Negeri 30 Muaro Jambi, Candra Arizona, menilai materi yang disampaikan sangat bermanfaat dalam mendukung layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Menurutnya, isu mengenai body image, rasa percaya diri, serta kemampuan menjaga batasan pribadi menjadi tantangan yang semakin sering dihadapi remaja. Ia berharap kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi dapat terus dilakukan untuk memperkuat pendidikan karakter siswa, dirinya menegaskan “Materi yang disampaikan sangat membantu kami sebagai guru BK karena mengangkat isu yang saat ini banyak dialami remaja, seperti rendahnya rasa percaya diri, body shaming, hingga sulitnya menetapkan batasan dalam pergaulan.”
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 30 Muaro Jambi, Ahdiani, S.Pd., kembali menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga harus membentuk karakter dan kesehatan mental peserta didik. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus hadir dengan berbagai tema yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan remaja di era digital. “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Pengabdian Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Jambi atas terselenggaranya kegiatan ini. Tema yang diangkat sangat sesuai dengan kondisi remaja saat ini, terutama dalam menghadapi pengaruh media sosial yang sering memengaruhi rasa percaya diri dan cara mereka memandang dirinya sendiri.”Tegasnya.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Nur Hasanah Harahap, M.Pd., Kons., mengucapkan terima kasih kepada pihak SMP Negeri 30 Muaro Jambi atas sambutan hangat dan dukungan penuh selama pelaksanaan kegiatan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru BK, dewan guru, serta seluruh siswa yang telah mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias. Semoga materi yang kami sampaikan dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta dalam membangun rasa hormat kepada diri sendiri, menjaga batasan pribadi yang sehat, serta menumbuhkan citra diri yang positif dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu sebagai identitas diri,” ujarnya.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Jambi berharap sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah terus berkembang dalam membangun generasi muda yang sehat secara mental, memiliki karakter yang kuat, menghargai diri sendiri dan orang lain, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.(ADR)












