Suara Perempuan Menggema di Jambi: Aksi Puncak 16 Hari Anti Kekerasan Dorong Ruang Aman bagi Perempuan 2025

DRADIO.ID – Jambi , KEMITRAAN – Partnership for Governance Reform kembali menggaungkan komitmen pemberantasan kekerasan berbasis gender melalui penyelenggaraan Aksi Puncak 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 26 hingga 29 November 2025, sebagai bentuk konsistensi mendorong perlindungan dan pemenuhan hak perempuan.

Kampanye tersebut melibatkan 28 organisasi yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari akademisi kampus, organisasi kepemudaan, hingga lembaga masyarakat sipil. Kolaborasi ini dipandang penting untuk memastikan isu kekerasan terhadap perempuan dibicarakan secara terbuka dan mendapat perhatian serius.

Perwakilan KEMITRAAN – Partnership for Governance Reform, Tracy, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kampanye ini menjadi bagian dari upaya mengatasi minimnya perhatian terhadap penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan di daerah. Menurutnya, kesadaran publik masih perlu diperkuat.

“Kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan ini sudah diselenggarakan selama bertahun-tahun di seluruh Indonesia. kegiatan ini perlu diterapkan di Jambi karena susahnya mendapat perhatian terutama dari pemerintah terkait penanganan terhadap perempuan. Ada banyak perempuan mengalami kekerasan, pelecehan, dan lain sebagainya. Tetapi, tidak dianggap keharusan yang mendesak. Oleh karena itu, di Jambi perlu isu kekerasan terhadap perempuan dibicarakan oleh banyak pihak,” ujar Tracy.

Pelaksanaan rangkaian kegiatan dimulai pada 26 November 2025 melalui Diskusi Publik – Kampus Aman Perempuan Berdaya di Universitas Jambi (UNJA). Forum diskusi tersebut membahas isu keamanan dan perlindungan perempuan di lingkungan kampus sebagai ruang pendidikan.

Keesokan harinya, 27 November 2025, diskusi publik serupa digelar di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang memperkuat harapan bahwa kampus dapat menjadi ruang aman bagi perempuan untuk belajar dan berkarya tanpa takut mengalami kekerasan.

Puncak kegiatan digelar di Oris Caffe, kota Jambi(29/11/2025). Acara ini menjadi momentum utama penyampaian pesan bahwa tubuh, suara, dan hak perempuan harus dihormati serta dilindungi.

Mengusung tema “Tubuhku, Suaraku, Hakku! Wujudkan Ruang Aman Perempuan Jambi”, puncak acara diawali dengan aksi kampanye berupa long march. Peserta membawa poster dan pesan kampanye yang menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Suasana kampanye semakin semarak melalui penyelenggaraan panggung ekspresi. Berbagai komunitas dan musisi lokal tampil mempersembahkan karya seni bertema pemberdayaan perempuan dan dukungan terhadap ruang aman.

Selain sebagai bentuk edukasi publik, panggung ekspresi juga menjadi ruang pemulihan kolektif, di mana perempuan dapat menyuarakan pengalaman dan harapan melalui seni dan ekspresi kreatif.

Acara dilanjutkan dengan launching dan bedah buku “Bengawan Kasih” karya penulis Jambi, Meiliana K. Tansri. Peluncuran buku tersebut menambah makna momentum kampanye dengan menampilkan pembacaan kisah-kisah reflektif bertema humanisme dan kekuatan perempuan.

Aksi Puncak 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan 2025 Jambi tidak hanya menjadi perayaan kampanye, namun juga penegasan komitmen bersama untuk terus memperjuangkan ruang aman, adil, dan setara bagi seluruh perempuan.

Melalui kolaborasi dan konsistensi berbagai pihak, penyelenggara berharap pesan kampanye ini tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi mengarah pada tindakan nyata dalam pencegahan kekerasan serta peningkatan kebijakan perlindungan perempuan di Provinsi Jambi dan sekitarnya. (TRA)