10 Kontroversi Piala Dunia 2026, Perlakuan Imigrasi AS Jadi Sorotan Internasional

10 Kontroversi Piala Dunia 2026, Perlakuan Imigrasi AS Jadi Sorotan Internasional

DRADIO.ID – Kick-off Piala Dunia 2026 memang belum dimulai, namun berbagai kontroversi telah mewarnai persiapan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Sejumlah persoalan yang muncul bahkan menuai perhatian internasional karena dinilai berpotensi mengganggu kelancaran penyelenggaraan ajang yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sebagian besar polemik dialami oleh negara-negara peserta dari Afrika dan Asia. Mulai dari pembatasan visa, pemeriksaan ketat oleh petugas imigrasi, hingga persoalan fasilitas latihan menjadi sorotan publik dan media internasional.
Ajang yang seharusnya menjadi perayaan sepak bola dunia justru dibayangi berbagai hambatan yang dinilai dapat mengganggu mobilitas tim, ofisial, hingga perangkat pertandingan.
Berikut 10 kontroversi yang mencuat menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026:

1. Pembatasan Visa Amerika Serikat
Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump menerapkan kebijakan pembatasan visa terhadap sejumlah negara. Empat negara peserta Piala Dunia 2026, yakni Haiti, Iran, Senegal, dan Pantai Gading, disebut masuk dalam daftar negara yang terdampak kebijakan tersebut.

2. Iran Terpaksa Pindahkan Markas Latihan
Dampak kebijakan tersebut membuat Timnas Iran memindahkan pusat latihannya dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko.
Setiap kali menjalani pertandingan di Amerika Serikat, skuad Iran harus melakukan perjalanan lintas negara dengan pengawasan keamanan ketat. Mereka juga tidak diperkenankan menetap di wilayah AS dalam waktu yang lama.
Selain itu, sejumlah pejabat Federasi Sepak Bola Iran, termasuk Sekretaris Jenderal Hedayat Mombeini dan Wakil Presiden Mehdi Mohammad Nabi, dilaporkan mengalami kendala dalam memperoleh izin masuk ke Amerika Serikat.

3. Pemeriksaan Ketat terhadap Timnas Senegal
Setibanya di Bandara San Antonio, rombongan Timnas Senegal menjalani pemeriksaan keamanan yang sangat ketat.
Petugas imigrasi melakukan pemeriksaan langsung di area landasan bandara menggunakan alat pendeteksi logam dan anjing pelacak untuk memeriksa seluruh barang bawaan staf maupun pemain.

4. Pemain Irak Ditahan Selama Tujuh Jam
Penyerang andalan Irak, Ayman Hussein, sempat ditahan selama tujuh jam oleh petugas imigrasi AS untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Setelah melalui proses interogasi yang cukup panjang, Hussein akhirnya diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat.

5. Fotografer Irak Dideportasi
Berbeda dengan Ayman Hussein, fotografer asal Irak, Talal Salah, tidak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat.
Setelah ditahan selama sekitar 10 jam di bandara, ia akhirnya dipulangkan kembali ke Baghdad.

6. Wasit FIFA Asal Somalia Ditolak Masuk
Kontroversi juga menimpa wasit internasional asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan.
Meski telah ditunjuk FIFA untuk bertugas pada Piala Dunia 2026, Artan dilaporkan tidak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat. FIFA disebut tidak memiliki kewenangan untuk mengubah keputusan imigrasi yang ditetapkan pemerintah AS.

7. Penggeledahan terhadap Timnas Uzbekistan
Timnas Uzbekistan juga mengeluhkan perlakuan yang mereka terima saat berada di New York menjelang laga uji coba melawan Belanda. Seluruh pemain dan staf diminta meninggalkan barang bawaan mereka di pinggir jalan untuk diperiksa menggunakan alat pendeteksi logam dan anjing pelacak. Tindakan tersebut memicu kritik karena dianggap berlebihan dan kurang menghormati peserta turnamen.

8. Fasilitas Latihan Jepang Dinilai Tidak Layak
Timnas Jepang sempat menggunakan fasilitas latihan milik Tigres UANL di Meksiko sebagai persiapan menghadapi Piala Dunia.
Namun, kondisi lapangan dinilai jauh dari standar FIFA. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, permukaan lapangan terlihat tidak rata sehingga memengaruhi pergerakan bola.
Sebagai tindak lanjut, Jepang memutuskan memindahkan lokasi latihan ke El Barrial, pusat pelatihan milik CF Monterrey.

9. Ancaman Ular Derik di Markas Swiss
Timnas Swiss juga mengeluhkan kondisi markas latihan mereka di San Diego, Amerika Serikat.
Melalui akun media sosial resmi tim, Swiss mengungkapkan kekhawatiran karena lokasi latihan berdekatan dengan habitat ular derik. Federasi Sepak Bola Swiss bahkan mempertimbangkan untuk memindahkan lokasi latihan ke area yang dinilai lebih aman.

10. Insiden Penembakan Dekat Markas Inggris
Kekhawatiran lain muncul setelah terjadi insiden penembakan di sekitar markas latihan Timnas Inggris di Kansas City.
Peristiwa tersebut mengakibatkan sembilan orang mengalami luka-luka dan memunculkan pertanyaan mengenai aspek keamanan menjelang berlangsungnya turnamen.

Menjadi Sorotan Dunia
Berbagai persoalan yang muncul menjelang Piala Dunia 2026 telah memicu kritik dari sejumlah pihak. Mulai dari kebijakan imigrasi, keamanan, hingga kesiapan fasilitas dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak penyelenggara.
Jika tidak segera ditangani, berbagai kontroversi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kelancaran penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta.(ADR)