DRADIO.ID – Layanan bus listrik di Kota Jambi masih beroperasi secara gratis. Namun, di tengah keberlanjutan program tersebut, pengembangan layanan transportasi ramah lingkungan ini belum menunjukkan arah yang jelas. Hingga kini, belum ada perubahan rute, sementara rencana penambahan armada masih sebatas kemungkinan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jambi, Drs. Amran, M.E., mengatakan, layanan bus listrik masih berjalan dengan skema yang sama seperti sebelumnya. Masyarakat masih dapat menggunakan layanan tersebut tanpa dipungut biaya.
“Masih lanjut, masih gratis sekarang. Dimungkinkan penambahan bus,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu yang lalu.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa layanan bus listrik masih dipertahankan. Namun, kepastian mengenai pengembangan program ini belum terlihat, terutama terkait jumlah armada tambahan, jadwal realisasi, hingga langkah konkret untuk meningkatkan jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Padahal, keberlanjutan layanan transportasi publik tidak cukup hanya dengan mempertahankan tarif gratis. Pemerintah juga perlu memastikan layanan tersebut semakin mudah diakses, memiliki frekuensi perjalanan yang memadai, serta menjangkau lebih banyak kawasan yang membutuhkan transportasi umum.
Dari sisi rute, Amran menyebutkan belum ada perubahan layanan. Kawasan Alam Barajo dan Rawasari masih menjadi bagian dari rute yang dilayani bus listrik.
Belum berubahnya rute tersebut memunculkan pertanyaan mengenai evaluasi yang telah dilakukan Dishub terhadap efektivitas layanan. Apakah jangkauan saat ini sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, atau masih ada kawasan yang belum terakomodasi oleh transportasi publik?
Selain itu, rencana penambahan armada yang masih sebatas kemungkinan juga belum memberikan kepastian mengenai arah pengembangan bus listrik di Kota Jambi. Tanpa target dan jadwal yang terukur, masyarakat belum dapat mengetahui kapan peningkatan kapasitas pelayanan akan benar-benar terealisasi.
Evaluasi terhadap jumlah penumpang, tingkat keterisian bus, frekuensi perjalanan, serta efisiensi operasional menjadi hal penting untuk menentukan apakah layanan yang ada sudah berjalan optimal. Data tersebut juga diperlukan agar rencana penambahan armada tidak sekadar menjadi wacana, melainkan didasarkan pada kebutuhan nyata di lapangan.
Di sisi lain, kebijakan menggratiskan layanan tetap menjadi keuntungan bagi masyarakat. Namun, kebijakan tersebut perlu diikuti dengan indikator keberhasilan yang jelas agar program bus listrik tidak hanya bertahan sebagai layanan gratis, tetapi juga berkembang menjadi alternatif transportasi yang dapat diandalkan.
Dishub Kota Jambi perlu menjelaskan sejauh mana evaluasi layanan telah dilakukan, berapa jumlah penumpang yang terlayani, serta apakah sudah ada target penambahan armada dan perluasan rute.
Tanpa kejelasan tersebut, keberlanjutan bus listrik berisiko hanya terlihat dari operasional yang tetap berjalan, sementara peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan belum memiliki kepastian.(ADR)


