Eksistensi Radio Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Platform Digital, Kuncinya Ada pada Inovasi

DRADIO.ID – Eksistensi radio di Indonesia terus menghadapi tantangan seiring pesatnya pertumbuhan platform digital dan layanan streaming. Meski demikian, radio dinilai masih memiliki ruang untuk bertahan berkat karakteristiknya yang sederhana, cepat, dan mudah diakses.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, hanya 9,48 persen penduduk usia lima tahun ke atas yang masih mendengarkan radio pada 2025. Angka tersebut naik tipis dibanding 2024 yang berada di level 8,67 persen, namun masih lebih rendah dibanding 2018 yang mencapai 12,73 persen.

Di tengah tren penurunan tersebut, radio tetap memiliki basis pendengar yang loyal. Kelompok usia 60 tahun ke atas tercatat menjadi pendengar radio terbesar dengan persentase 14,65 persen. Sementara itu, dari total pendengar radio, sebanyak 37,01 persen mengaku mendengarkan siaran hampir setiap hari.

Menanggapi kondisi tersebut, Prof Burhan Bungin, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Ciputra Surabaya, menilai penurunan jumlah pendengar bukan berarti radio kehilangan masa depan.

Mengutip Informasi pada program siaran Wawasan Radio Suara Surabaya, Rabu (10/06/2026), Burhan mengatakan bahwa radio merupakan media yang telah terbukti mampu bertahan melewati berbagai perubahan zaman.

“Radio ini terbukti sebagai media yang sangat tangguh di sepanjang zaman. Sampai hari ini radio masih tetap bertahan, meskipun ekosistem medianya sudah berubah total,” ujar Burhan dalam program Wawasan Radio Suara Surabaya.

Menurutnya, perubahan pola konsumsi media masyarakat harus direspons melalui inovasi agar radio tetap relevan di era digital.

“Ini adalah era perubahan. Karena itu kita harus mengantisipasi dengan banyak melakukan inovasi. Tanpa inovasi, media apa pun tidak akan bisa bertahan,” lanjutnya.

Burhan juga mengungkapkan bahwa sekitar 57 persen pendengar radio saat ini berasal dari generasi Z dan milenial. Hal ini menunjukkan bahwa radio tidak hanya bertahan di kalangan usia lanjut, tetapi juga masih memiliki peluang berkembang di kelompok pendengar muda.

Ia menilai salah satu kekuatan utama radio adalah kemudahan akses yang ditawarkan kepada pendengar.

“Radio itu praktis. Begitu kita menyalakan perangkatnya, kita langsung bisa mendengar siaran. Kesederhanaan ini justru menjadi kekuatan,” katanya.

Meskipun belanja iklan kini banyak bergeser ke platform digital, Burhan menegaskan masa depan radio tetap bergantung pada kemampuan pelaku industri untuk terus beradaptasi, bertransformasi, dan menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan audiens saat ini.(ADR)