Era Digital Tak Menggeser Buku Cetak, Perpustakaan Kota Jambi Ajak Warga Membaca Buku Cetak Maupun Digital

Suasana Perpustakaan Kota Jambi Beberapa Hari Yang Lalu.

DRADIO.ID – Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah mengakses bahan bacaan melalui telepon genggam. Namun, kemudahan tersebut dinilai tidak seharusnya membuat kebiasaan membaca buku cetak ditinggalkan.

Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi, Dian Ekawati, SS., mengingatkan masyarakat agar tetap mempertahankan kebiasaan membaca buku fisik di tengah perubahan pola akses informasi.

Menurut Dian, membaca buku cetak memberikan pengalaman tersendiri yang berbeda dari membaca melalui layar perangkat digital. Karena itu, perkembangan teknologi sebaiknya dimanfaatkan untuk memperluas akses bacaan, bukan menggantikan seluruh kebiasaan membaca yang sudah ada.

“Jangan tinggalkan buku cetak, karena akan ada dimensi yang berbeda ketika kalian membaca buku cetak dibanding buku digital,” ujar Dian saat ditemui beberapa waktu yang lalu.

Di sisi lain, Perpustakaan Kota Jambi juga menyesuaikan pelayanan dengan perkembangan teknologi melalui aplikasi perpustakaan digital iJambi Kota.

Aplikasi tersebut menyediakan lebih dari 300 koleksi buku digital yang dapat dibaca melalui perangkat masing-masing. Kehadiran layanan ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau belum sempat mengunjungi perpustakaan secara langsung.

Masyarakat dapat mencari aplikasi iJambi Kota melalui Play Store. Informasi mengenai layanan tersebut juga disampaikan melalui media sosial Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi.

Meski demikian, Dian mengakui bahwa sosialisasi aplikasi digital masih perlu diperluas agar semakin banyak masyarakat mengetahui dan memanfaatkan layanan tersebut.

Pentingnya mempertahankan buku cetak juga terlihat dari pengelolaan koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).

Berdasarkan data Perpusnas hingga Maret 2026, lembaga tersebut memiliki 3.626.161 judul koleksi atau 9.870.049 eksemplar. Dari jumlah itu, sekitar 61,1 persen koleksi berdasarkan judul merupakan koleksi fisik, sedangkan 33,3 persen merupakan koleksi digital.

Data tersebut menunjukkan bahwa koleksi fisik masih memegang peranan penting dalam penyediaan bahan bacaan, meskipun layanan digital terus dikembangkan.

Di tingkat nasional, Perpusnas juga terus memperluas layanan digital untuk menjawab perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi. Pengembangan layanan tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh bahan bacaan dengan lebih mudah melalui berbagai platform.

Bagi Perpustakaan Kota Jambi, keberadaan buku cetak dan layanan digital dapat berjalan beriringan. Buku fisik tetap tersedia bagi masyarakat yang ingin membaca langsung di perpustakaan, sementara aplikasi digital memberikan pilihan akses yang lebih fleksibel.

Dian berharap, masyarakat dapat memanfaatkan kedua layanan tersebut sesuai kebutuhan. Dengan semakin beragamnya akses terhadap bahan bacaan, budaya membaca di Kota Jambi diharapkan terus berkembang di tengah kemajuan teknologi.(ADR)