dradio.id- Ketua PWI Pusat Akhmad Munir menegaskan bahwa wartawan profesional tidak hanya dituntut mampu menulis berita, tetapi juga harus memiliki niat baik dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hal itu disampaikannya saat membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI di Kota Jambi.(20/05/2026)
Kegiatan UKW tersebut dihadiri Gubernur Jambi, Wali Kota Jambi, Kapolda Jambi, jajaran Forkopimda, pengurus PWI, serta puluhan wartawan peserta uji kompetensi dari berbagai media.
Dalam sambutannya, Akhmad Munir mengatakan wartawan memiliki peran besar dalam membangun masyarakat melalui informasi yang disampaikan kepada publik.
Menurutnya seorang wartawan yang profesional harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan tidak memiliki niat buruk saat melakukan kritik maupun koreksi terhadap kebijakan pemerintah.
“Silakan mengkritik gubernur, wali kota, atau siapa pun, tetapi jiwanya tidak berniat jelek. Itu yang paling penting,” ujarnya.
Ia menjelaskan kritik yang dibangun dengan niat baik akan menjadi bagian dari upaya menghadirkan perubahan positif dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
Munir menyebut wartawan sejatinya bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga bagian dari penyebar nilai-nilai kebaikan melalui karya jurnalistik yang dibuat.
“Kalau itu bisa dilakukan, maka wartawan menjadi bagian dari orang-orang yang menyiarkan dakwah kebaikan,” katanya.
Selain soal etika, Ketua PWI Pusat juga menyoroti pentingnya prinsip cover both side atau keberimbangan dalam penulisan berita. Menurutnya, banyak wartawan yang masih salah memahami konsep tersebut.
Ia menjelaskan keberimbangan bukan sekadar meminta konfirmasi, melainkan memastikan jawaban yang diperoleh benar-benar relevan dan saling melengkapi sesuai konteks persoalan yang diberitakan.
Munir kemudian mencontohkan kasus sebuah hotel yang dikritik karena kondisi kotor dan banyak kutu. Menurutnya, wartawan tidak cukup hanya meminta komentar dari resepsionis, melainkan harus menggali keterangan dari pihak yang benar-benar memahami persoalan tersebut.
“Itu yang disebut cover both side yang benar, atau istilahnya apple to apple,” jelasnya.
Ia berharap para peserta UKW mampu menjadi wartawan yang kompeten, profesional, dan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas serta bermanfaat bagi masyarakat.
Menurut Munir, pemerintah juga membutuhkan peran media sebagai mata, telinga, dan sumber masukan dalam mengambil kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Pak Gubernur butuh telinga, butuh mata, butuh koreksi dari pers agar kebijakan yang diambil benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.(LEF)








