DRADIO.ID – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan membumikan Alquran, tetapi juga membawa dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kehadiran ratusan pedagang di kawasan Tugu Keris Siginjai, Kota Jambi, menjadi salah satu bagian dari geliat ekonomi selama berlangsungnya kegiatan tersebut.
Momentum ini sekaligus menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM yang sebelumnya terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Jambi selama kurang lebih dua bulan.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi, total omzet UMKM yang berjualan di kawasan MTQH ke-55 sejak 26 hingga 30 Oktober 2026 mencapai Rp463.956.000 atau hampir setengah miliar rupiah.
Angka tersebut menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi selama pelaksanaan MTQH. Bahkan, omzet pedagang tercatat mengalami peningkatan cukup signifikan dari hari ke hari.
Pada 26 Oktober 2026, sebanyak 207 UMKM mencatatkan omzet sebesar Rp53.301.000. Sehari berikutnya, 27 Oktober, terdapat 198 UMKM dengan total omzet Rp41.420.000.
Kemudian, pada 28 Oktober, sebanyak 204 UMKM berhasil membukukan omzet Rp60.173.000.
Peningkatan semakin terlihat pada 29 Oktober. Saat itu, jumlah pedagang bertambah menjadi 294 UMKM dengan omzet mencapai Rp129.352.000.
Puncaknya, pada 30 Oktober 2026, jumlah UMKM yang berjualan meningkat menjadi 340 pedagang. Total omzet yang berhasil dihimpun pada hari tersebut mencapai Rp179.710.000.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi, Feriadi, mengatakan, pemerintah memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan momentum MTQH sebagai sarana meningkatkan pendapatan.
Menurutnya, kegiatan berskala provinsi tersebut tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan agenda keagamaan, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dalam pelaksanaan MTQH ini, kita juga memberikan ruang kepada UMKM,” kata Feriadi, Selasa (03/11/2026).
Ia menjelaskan, kesempatan tersebut menjadi penting mengingat aktivitas perdagangan UMKM di kawasan Tugu Keris Siginjai dan sekitarnya sempat mengalami tekanan akibat kabut asap karhutla.
Kondisi udara yang memburuk selama kurang lebih dua bulan membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan terganggu. Dampaknya, sejumlah pedagang turut merasakan penurunan aktivitas jual beli.
“Karena memang kurang lebih dua bulan kita diselimuti kabut asap yang berpengaruh kepada UMKM kita yang di kawasan Tugu Keris dan sekitarnya,” jelasnya.
Feriadi menyebutkan, tingginya antusiasme masyarakat dan pedagang selama MTQH ke-55 juga terlihat dari jumlah pelaku UMKM yang ingin berjualan di lokasi kegiatan.
Bahkan, jumlah pedagang yang berminat berpartisipasi melebihi kapasitas tempat yang telah disediakan oleh panitia.
Meski demikian, pemerintah tetap berupaya mengakomodasi keinginan para pedagang agar mereka bisa ikut merasakan dampak ekonomi dari penyelenggaraan MTQH tersebut.
“Antusias pedagang banyak, sementara kapasitas ini terbatas. Karena keinginan mereka, tetap diakomodir dengan catatan mereka harus berbagi,” sebutnya.
Dengan capaian omzet yang hampir menyentuh Rp464 juta hanya dalam lima hari, pelaksanaan MTQH ke-55 diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM di Kota Jambi.(ADR)












