DRADIO.ID- Di tengah rindangnya pepohonan dan tenangnya aliran Sungai Batanghari, berdiri sebuah kawasan bersejarah yang hingga kini masih menyimpan banyak cerita masa lalu. Itulah Candi Muaro Jambi, situs percandian terbesar di Asia Tenggara yang kini kembali ramai dibicarakan wisatawan dan pengguna media sosial.
Candi Muaro Jambi berada di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, sekitar 30 menit perjalanan dari pusat Kota Jambi. Kawasan ini membentang luas dengan suasana alam yang masih asri, membuat pengunjung seperti diajak berjalan menembus lorong waktu.
Konon kawasan candi ini sudah ada sejak abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi. Para sejarawan menyebut Candi Muaro Jambi pernah menjadi pusat pendidikan agama Buddha dan memiliki hubungan erat dengan kejayaan Kerajaan Sriwijaya serta Melayu Kuno.
Berbeda dengan candi-candi di Pulau Jawa yang identik dengan batu andesit, bangunan di Candi Muaro Jambi justru didominasi susunan bata merah. Nuansa klasik itu membuat kawasan ini punya karakter tersendiri dan terasa lebih hangat dipandang.
Di dalam kawasan wisata terdapat sejumlah bangunan candi terkenal seperti Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Kedaton, hingga Telago Rajo. Masing-masing punya bentuk dan kisah sejarah yang berbeda.
Beberapa tahun terakhir wajah Candi Muaro Jambi perlahan berubah semakin cantik. Penataan kawasan wisata terus dilakukan, mulai dari jalur pejalan kaki, taman hijau, hingga area santai yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Salah satu yang paling ramai menarik perhatian adalah jembatan kayu dan jalur pedestrian di area candi yang belakangan viral di media sosial. Banyak anak muda datang hanya untuk berburu foto estetik dengan latar pepohonan rindang dan bangunan candi berwarna merah bata.
Saat sore hari suasana kawasan terasa semakin hidup. Cahaya matahari yang menembus pepohonan membuat area candi terlihat begitu tenang dan menenangkan. Tak sedikit pengunjung menyebut tempat ini sebagai “hidden gem”-nya Provinsi Jambi.
Selain wisata sejarah, pengunjung juga bisa menikmati suasana dengan bersepeda santai mengelilingi kawasan candi. Sepeda dan bentor wisata tersedia di sekitar lokasi dengan harga sewa yang cukup terjangkau.
Untuk tiket masuk pengunjung dikenakan tarif sekitar Rp10 ribu pada hari biasa. Sementara saat akhir pekan atau hari libur, harga tiket naik menjadi sekitar Rp20 ribu per orang. Meski begitu, banyak wisatawan menilai harga tersebut sebanding dengan pengalaman wisata yang didapat.
Kawasan wisata ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB. Fasilitas umum seperti area parkir, toilet, musala, tempat duduk santai, hingga warung makanan juga sudah tersedia cukup lengkap untuk pengunjung.
Kini Candi Muaro Jambi bukan hanya sekadar situs sejarah, tetapi juga telah menjelma menjadi ruang wisata budaya yang digemari berbagai kalangan. Perpaduan sejarah, alam, dan suasana modern membuat tempat ini terus hidup dan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Jambi.(LEF)












