DRADIO.ID – Jauh sebelum isu Papua ramai dibicarakan di ruang publik seperti sekarang, grup musik legendaris Indonesia, Slank, ternyata sudah menunjukkan perhatian mereka terhadap kehidupan masyarakat Papua melalui karya musik.
Perhatian itu dituangkan dalam lagu berjudul “Lembah Baliem”, yang dirilis dalam album Virus pada tahun 2001. Artinya, sekitar 25 tahun lalu, Slank telah mengangkat kisah masyarakat adat Papua ke dalam karya mereka dan memperkenalkannya kepada publik Indonesia melalui musik rock yang menjadi ciri khas grup tersebut.
Slank dikenal sebagai salah satu band nasional yang konsisten memasukkan unsur budaya, adat istiadat, serta realitas sosial masyarakat Indonesia ke dalam lagu-lagu mereka. Melalui “Lembah Baliem”, Slank tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kehidupan masyarakat adat di Pegunungan Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Lagu tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat Lembah Baliem yang sederhana, dekat dengan alam, serta selalu bersyukur atas apa yang dimiliki. Dalam liriknya, Slank menceritakan masyarakat yang tidak mengejar kekayaan maupun kedudukan, melainkan merasa cukup selama masih memiliki lahan untuk bertahan hidup dan sumber pangan untuk keluarga mereka.
Di sisi lain, lagu tersebut juga menyinggung perubahan yang terjadi di Papua, termasuk berkurangnya kawasan hutan yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat adat.
Pesan sosial yang terkandung dalam “Lembah Baliem” menunjukkan bahwa sejak awal 2000-an, Slank telah memberikan ruang bagi suara dan kehidupan masyarakat Papua melalui karya seni mereka.
Menariknya, pesan tersebut kembali mendapat perhatian publik ketika Slank membawakan lagu “Lembah Baliem” dalam konser mereka di Palembang. Penampilan itu menjadi pengingat bahwa lagu yang diciptakan seperempat abad lalu tersebut masih relevan hingga kini, terutama dalam melihat kehidupan masyarakat adat dan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan serta menghormati kearifan lokal.
Bertepatan dengan peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, lagu “Lembah Baliem” menjadi salah satu bukti bagaimana musik dapat menjadi medium untuk menyuarakan kehidupan masyarakat adat yang kerap berada jauh dari pusat perhatian.
Melalui lagu tersebut, Slank mengajak pendengarnya melihat Papua dari sudut pandang yang berbeda, bukan hanya sebagai wilayah yang kaya sumber daya alam, tetapi juga sebagai rumah bagi masyarakat adat yang memiliki budaya, tradisi, dan cara hidup yang patut dihargai dan dijaga.(ADR)












