Kabut Asap Makin Pekat, ISPU Kota Jambi Melejit ke Angka 664

Pantauan Kualitas Udara Kota Jambi Di Jam 16.00

DRADIO.ID – Kualitas udara di Kota Jambi kembali memburuk akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut, Rabu, 7 Oktober 2026.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara pada pukul 16.00 WIB, angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi dilaporkan menembus 664, yang berada dalam kategori Berbahaya.

Kondisi tersebut turut terlihat secara kasatmata. Langit Kota Jambi berubah menguning dan kabut asap semakin pekat, membuat jarak pandang di sejumlah kawasan menurun.

Angka tersebut menunjukkan kondisi pencemaran udara yang sangat serius. Sebelumnya, data kualitas udara BMKG pada pukul 13.00 WIB mencatat ISPU Kota Jambi berada di angka 596,6, juga dalam kategori Berbahaya. Dengan angka yang kembali meningkat pada sore hari, kondisi udara di Kota Jambi semakin mengkhawatirkan.

Kabut asap juga mulai berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Pada Rabu, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi dilaporkan terus menurun dari 1.500 meter pada pukul 06.00 WIB menjadi 800 meter pada pukul 12.00 WIB.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta mengalami penundaan maupun penyesuaian jadwal. Bahkan, jarak pandang vertikal di bandara hanya sekitar 500 kaki atau 150 meter akibat kondisi atmosfer yang dipenuhi asap.

Situasi ini terjadi di tengah masih tingginya aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Jambi.

Data Posko Satgas Karhutla Provinsi Jambi mencatat 144 titik panas atau hotspot terdeteksi pada 6 Oktober 2026. Jumlah tersebut memang menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 199 titik panas, namun keberadaan hotspot masih menjadi salah satu indikator aktivitas kebakaran yang perlu diwaspadai.

Bahkan pada Rabu, Satgas Karhutla kembali menemukan sekitar 2,5 hektare lahan terbakar di Kabupaten Batanghari. Temuan tersebut menunjukkan ancaman karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah Jambi.

Pemerintah Provinsi Jambi juga kembali menjadwalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 9–10 Oktober 2026 sebagai salah satu upaya membantu penanganan karhutla dan mengurangi dampak kabut asap.

Pelaksanaan OMC sebelumnya terkendala kondisi jarak pandang yang rendah. Tebalnya asap juga disebut menyulitkan penerbangan helikopter untuk melakukan operasi water bombing di sejumlah lokasi kebakaran.

Dengan kondisi ISPU yang mencapai 664 dan langit Kota Jambi yang semakin menguning, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan perlu menjadi perhatian khusus.

Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi asap semakin pekat serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Kondisi kualitas udara ini menjadi peringatan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan titik api di lokasi kebakaran, tetapi telah memengaruhi kualitas udara, jarak pandang, hingga aktivitas transportasi masyarakat.