PERSIARI Serukan Kebangkitan Penyiaran Nasional di Tengah Gempuran Digital

lustrasi Ruang Siaran

DRADIO.ID – Industri penyiaran nasional menghadapi tekanan besar akibat masifnya disrupsi digital. Menyikapi kondisi tersebut, Persatuan Penyiar Seluruh Indonesia (PERSIARI) mengajak pemerintah dan seluruh elemen lembaga penyiaran untuk bersinergi menyelamatkan masa depan media penyiaran Indonesia.

Ajakan itu disampaikan Ketua Umum Persatuan Penyiar Seluruh Indonesia, Suwiryo, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (21/05/2026), bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.

Menurut PERSIARI, semangat kebangkitan nasional yang lahir dari berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 perlu kembali dihidupkan untuk menghadapi tantangan besar yang kini melanda industri penyiaran nasional.

Suwiryo menilai perkembangan teknologi digital dan dominasi platform global telah mengubah perilaku audiens secara drastis. Kondisi tersebut memicu disrupsi besar terhadap media penyiaran konvensional, baik radio maupun televisi.

“Perkembangan teknologi digital dan dominasi platform global telah mengubah perilaku audiens secara drastis. Kondisi tersebut memicu disrupsi besar terhadap media penyiaran konvensional, baik radio maupun televisi,” ujar Suwiryo.

Ia mengatakan, meski media penyiaran masih tetap eksis, tekanan terhadap daya pengaruh, model bisnis, hingga pola konsumsi masyarakat semakin kuat. Akibatnya, sebagian lembaga penyiaran mampu bertahan, sementara sebagian lainnya harus berjuang keras agar tetap hidup, bahkan ada yang terpaksa menghentikan operasional.

“Disrupsi ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi menyangkut masa depan ruang publik Indonesia. Lembaga penyiaran nasional memiliki peran vital dalam mengedukasi, menginformasikan, dan mempersatukan bangsa melalui konten yang kredibel dan kontekstual,” lanjutnya.

Dalam menghadapi situasi tersebut, PERSIARI meminta pemerintah bersama seluruh elemen industri penyiaran memperkuat kolaborasi dan sinergi nasional. Langkah bersama dinilai penting agar lembaga penyiaran Indonesia tetap kokoh dan mampu menjalankan fungsi strategisnya sebagai pilar informasi dan edukasi publik.

PERSIARI juga menegaskan komitmennya untuk terus berdiri bersama organisasi penyiaran dan berbagai pihak terkait dalam memperjuangkan kebangkitan industri penyiaran nasional.

“Semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pemantik untuk merebut kembali kejayaan penyiaran Indonesia. Tanpa sinergi, kita akan kalah oleh algoritma dan arus informasi yang tidak terkontrol,” tegas Suwiryo.

Selain itu, organisasi tersebut meyakini industri penyiaran nasional masih memiliki peluang besar untuk bangkit apabila mendapat dukungan kebijakan yang berpihak, penguatan ekosistem industri, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Sebagai organisasi yang mewadahi penyiar di seluruh Indonesia, PERSIARI menegaskan komitmennya menjaga profesionalisme, independensi, dan peran strategis penyiaran dalam mendukung pembangunan bangsa serta memperkuat demokrasi di Indonesia.(ADR)