DRADIO.ID – Belasan siswa SMKN 1 Kota Jambi diduga mengalami keracunan dan harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Raden Mattaher Jambi, Rabu (20/05/2026).
Plt Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi, drg. Iwan Hendrawan, MARS, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Iya, itu sedang ditangani,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, total siswa yang dilaporkan terdampak mencapai 14 orang. Namun, hingga saat ini baru delapan siswa yang telah masuk dan mendapatkan penanganan medis di RSUD Raden Mattaher Jambi. Para siswa tersebut juga tampak didampingi oleh orang tua masing-masing.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi melalui Kepala Bidang SMK belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
Atas insiden itu, Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Jambi langsung bergerak melakukan investigasi terkait dugaan keracunan tersebut.
Sekretaris Satgas MBG Provinsi Jambi sekaligus Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Johansyah, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim dari Kepala Regional (Kareg) Badan Gizi Nasional (BGN) di Jambi serta Koordinator Wilayah (Korwil) Kota Jambi untuk melakukan pengecekan di lapangan.
“Kami sudah meminta Kareg perwakilan BGN di Jambi dan Korwil Kota Jambi untuk turun langsung mengecek. Saat ini kasus masih dalam tahap investigasi,” ujarnya, Rabu (20/05/2026).
Ia menyebutkan, berdasarkan temuan awal di lapangan, terdapat dugaan bahwa para siswa sempat mengonsumsi makanan lain sebelum menyantap menu MBG.
“Dugaan awal, ada informasi bahwa anak-anak tersebut sempat makan sate sebelum mengonsumsi makanan MBG. Namun ini masih didalami,” katanya.
Meski laporan awal menyebutkan 14 siswa terdampak, Johansyah mengungkapkan data terbaru menunjukkan sebanyak delapan siswa mengalami gejala dan mendapatkan penanganan medis.
“Total siswa yang terdampak berdasarkan data sementara ada delapan orang,” tegasnya.
Gejala yang dialami para siswa di antaranya mual, pusing, dan muntah beberapa saat setelah makan. Seluruh siswa kini telah mendapatkan perawatan dan masih dalam pemantauan medis.
Hingga saat ini, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihak terkait juga masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan serta investigasi lanjutan di lapangan.(ADR)












