DRADIO.ID – Gibran Rakabuming menjadi pusat perhatian netizen sejak awal Januari 2026, bukan karena kebijakan atau kerjaanya yang disorot, melainkan karena lelucon stand-up comedy Pandji Pragiwaksono mengenai kondisi matanya. Dalam Mens Rea, Pandji mengatakan “ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar ganteng ya. Anies manis ya. Prabowo gemoy ya. Atau Wakil Presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada, salah nada, maaf, Gibran ngantuk ya? Nah, gitu nadanya. Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk ya dia.”
Respon Gibran terhadap candaan tersebut tidak dimasukkan ke dalam hati, dan ia anggap santai saja. Sebaliknya, dalam postingan video Instagram @gibran_rakabuming menggunakan latar musik ‘Lagu Melayu’ pleh Pandji Pragiwaksono. Dalam keterangannya, Gibran menulis tentang kunjungannya ke Doss Guava XR Studio dan pentingnya kolaborasi antar industri kreatif.
Tompi selaku dokter spesialis bedah plastik sekaligus penyanyi, mengkritik lelucon Pandji. Ia mengatakan bahwa apa yang disebut mata ngantuk dalam lelucon itu sebenarnya adalah kondisi medis bernama ptosis palpebrae atau bisa hanya disebut ptosis, yaitu turunnya kelopak mata atas secara tidak normal. Selain itu, Tompi berpendapat bahwa lelucon Pandji adalah bentuk dari body shaming.
Secara tidak langsung, Tompi membela Gibran. Hal itu diperjelas ketika Tompi mengunggah foto akrab bersama Wakil Presiden dan membuat komentar candaan berisi “komisaris atau dirut Pertamina.”
Ptosis kelopak mata bisa disebabkan oleh kelainan bawaan, penuaan, cedera mata, operasi mata, dan kondisi saraf atau otot mata tertentu. Gejala uatama ptosis antaranya seperti kelopak mata atas yang terlihat turun, mata terasa berat, sulit membuka mata, penglihatan ganda, alis terangkat, serta wajah tampak lelah.
Seorang dokter bernama Dr. Tifauzia Tyassuma, atau kerap disapa Dr. Tifa membuat pernyataan bahwa sebenarya mata ngantuk Gibran belum bisa dimasukkan dalam kondisi ptosis. Berdasarkan Evidence Based Medicine, ptosis berhubungan dengan gangguan mental, depresi, bipolar, skizofrenia, dan penggunaan narkotika.
Namun, namanya juga netizen ya, ada saja yang membuat hoaks bahwa Gibran sepertinya ada menggunakan obat-obatan terlarang. Waduh? Pendapat tersebut diakibatkan karena netizen menyalahgunakan istilah medis, dan mengkaitkan Gibran dengan narkoba yang membuatnya seperti orang yang terkena ptosis.
Faktanya, penampilan muka Gibran memang bawaan dari sananya dan tidak ada hubungannya dengan penggunaan bahan obat-obatan terlarang maupun gejala gangguan kesehatan. Sementara reaksi Wakil Presiden sendiri mengatakan bahwa hal ini biasa dan wajar, jadi tidak perlu dipersoalkan secara serius.(WA)


