Wali Kota Jambi Imbau Waspada Banjir, Ketinggian Air Sungai Mendekati Status Siaga

Wali Kota Jambi, Maulana mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, terutama di wilayah yang berada di daerah aliran sungai (DAS), menyusul kenaikan tinggi muka air yang terus dipantau pemerintah.(28/04/2026)

DRADIO.ID– Wali Kota Jambi, Maulana mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, terutama di wilayah yang berada di daerah aliran sungai (DAS), menyusul kenaikan tinggi muka air yang terus dipantau pemerintah.(28/04/2026)

Menurut Maulana, sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak di antaranya Kecamatan Pelayangan, Danau Teluk, Danau Sipin, serta sebagian kawasan Jelutung dan Telanaipura.

Selain itu, beberapa titik rawan lainnya seperti Legok dan Pulau Pandan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan terbaru, tinggi muka air telah mencapai 13,11 meter, mendekati ambang batas status siaga.

“Untuk status siaga 3 itu di angka 13,87 meter. Saat ini kita memang belum masuk siaga 3, tetapi kondisi di lapangan sudah menunjukkan potensi banjir di beberapa titik,” ujarnya.

Maulana menambahkan, kondisi ini diperparah dengan fenomena air kiriman dari daerah hulu yang berpotensi meningkatkan debit air di wilayah Kota Jambi.

Oleh karena itu, pemerintah melalui camat, lurah, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan pemantauan secara intensif.

“Seluruh jajaran terus siaga dan memonitor perkembangan ketinggian air, termasuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga memastikan bahwa titik-titik evakuasi telah disiapkan sebagai langkah antisipasi jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan, terutama pada malam hari.

“Masyarakat sudah kami beri warning. Jika terjadi kenaikan mendadak, lokasi evakuasi sudah disiapkan,” tegasnya.

Selain itu, Maulana turut menyinggung progres pembangunan kolam retensi sebagai salah satu upaya pengendalian banjir di Kota Jambi.

Ia menyebutkan bahwa pembangunan kolam retensi telah berjalan, meskipun masih terdapat beberapa kendala teknis seperti proses pembebasan lahan.

“Progresnya sudah berjalan cukup baik, hanya saja masih ada proses pembebasan lahan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat,” jelasnya.

Pemerintah optimistis proyek tersebut dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak signifikan dalam mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Dengan kondisi saat ini, Wali Kota jambi mengajak masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan pemerintah, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.(LEF)