DRADIO.ID – Nama Winamp kembali mencuri perhatian di tengah persaingan industri musik digital yang semakin ketat. Pemutar musik legendaris yang populer sejak era awal musik digital itu berencana kembali dengan layanan streaming musik premium pada semester pertama 2027.
Kembalinya Winamp bukan sekadar menghadirkan aplikasi pemutar musik versi lama dengan tampilan baru. Perusahaan ingin membangun generasi terbaru Winamp Player sebagai sebuah platform yang menggabungkan layanan streaming, koleksi musik pribadi, radio internet, siniar, penyimpanan berbasis cloud, hingga berbagai sumber audio lainnya dalam satu aplikasi.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, Winamp menggandeng Deezer. Melalui kerja sama ini, Deezer akan menyediakan teknologi streaming white-label serta katalog musik global yang kemudian digunakan Winamp untuk membangun layanan berlangganannya sendiri dengan merek dan pengalaman pengguna khas Winamp.
Dengan model white-label, pengguna nantinya tidak sekadar membuka layanan Deezer dengan logo Winamp. Teknologi dan katalog Deezer akan menjadi fondasi di belakang layar, sedangkan pengalaman pengguna akan dirancang dan dikembangkan oleh Winamp.
CEO Winamp Group Alexandre Saboundjian mengatakan, perusahaan ingin menghidupkan kembali semangat Winamp dengan pendekatan yang sesuai dengan era streaming. Menurutnya, Winamp pernah ikut mengubah cara masyarakat menikmati musik digital dan kini ingin kembali menawarkan pengalaman mendengarkan musik yang berbeda.
Winamp juga ingin mengambil posisi yang berbeda dari platform streaming konvensional. Jika layanan seperti Spotify umumnya berpusat pada katalog streaming, Winamp generasi baru akan mencoba menyatukan musik yang tersedia secara online dengan koleksi musik yang sudah dimiliki pengguna.
Konsep tersebut pada dasarnya membawa kembali filosofi lama Winamp sebagai pemutar musik, tetapi dengan kemampuan yang disesuaikan dengan ekosistem digital saat ini. Pengguna dapat mengakses berbagai sumber audio tanpa harus berpindah-pindah aplikasi.
Selain fungsi pemutaran musik, Winamp menyiapkan antarmuka yang dapat disesuaikan, fitur sosial, serta sejumlah fitur untuk membantu pengguna menemukan, mengatur, dan menikmati musik dengan cara yang lebih personal.
Namun, perusahaan belum mengungkap sejumlah informasi penting, termasuk harga paket berlangganan, negara-negara yang akan menjadi pasar awal, jumlah katalog yang tersedia, maupun rincian fitur premium yang akan ditawarkan.
Menariknya, layanan baru tersebut tidak hanya ditujukan untuk perangkat generasi terbaru. Setelah platform baru diluncurkan, layanan premium Winamp juga direncanakan hadir di aplikasi desktop klasiknya. Langkah ini menjadi upaya untuk menghubungkan nostalgia pengguna lama dengan kebutuhan pengguna musik digital masa kini.
Kembalinya Winamp terjadi ketika industri streaming musik global masih tumbuh, tetapi persaingannya semakin matang. Data International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) menunjukkan pendapatan musik rekaman global mencapai US$31,7 miliar pada 2025, naik 6,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menjadi tahun ke-11 secara berturut-turut bagi industri musik global.
Streaming tetap menjadi mesin utama industri tersebut. Pendapatan streaming secara keseluruhan mencapai lebih dari US$22 miliar pada 2025, atau sekitar 69,6 persen dari seluruh pendapatan musik rekaman global. Sementara itu, pendapatan dari layanan streaming berlangganan tumbuh 8,8 persen dan menyumbang 52,4 persen dari total pendapatan industri.
Jumlah pengguna akun streaming berbayar secara global juga telah mencapai sekitar 837 juta akun pada 2025. Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar yang hendak dimasuki kembali oleh Winamp masih memiliki potensi yang sangat besar, meskipun harus berhadapan dengan pemain yang sudah memiliki basis pengguna masif.
Salah satu pemain terbesar adalah Spotify. Pada kuartal kedua 2026, Spotify berhasil menembus 300 juta pelanggan Premium secara global. Jumlah tersebut meningkat 9 persen secara tahunan dan menunjukkan betapa sulitnya bagi pemain baru maupun pemain lama yang kembali untuk merebut perhatian konsumen.
Karena itu, Winamp tampaknya tidak mencoba meniru Spotify secara langsung. Strategi yang ditawarkan lebih mengarah pada diferensiasi melalui konsep music player all-in-one, yaitu menggabungkan layanan streaming dengan koleksi musik pribadi dan sumber audio lain.
Di sisi lain, Deezer sendiri juga tengah mencari ruang baru di tengah persaingan industri streaming. Perusahaan mencatat pendapatan sekitar €534 juta pada 2025 dan untuk pertama kalinya mencapai profitabilitas tahunan. Basis pelanggan langsung Deezer di Prancis juga tumbuh menjadi 3,8 juta.
Kerja sama Winamp dan Deezer menjadi menarik karena kedua perusahaan dapat saling melengkapi. Winamp memiliki nilai nostalgia dan identitas merek yang kuat di kalangan pengguna lama, sedangkan Deezer memiliki teknologi streaming serta katalog musik yang dapat digunakan untuk menopang layanan baru tersebut.
Tantangan lain yang kini dihadapi industri musik adalah perkembangan kecerdasan buatan atau AI. Platform streaming mulai berhadapan dengan membanjirnya musik yang dibuat menggunakan AI, persoalan hak cipta, hingga praktik streaming palsu yang dapat merugikan artis dan pemegang hak.
IFPI bahkan menyebut AI dan upaya melawan streaming fraud akan menjadi salah satu faktor penting yang membentuk masa depan industri musik. Pertumbuhan industri tidak lagi hanya ditentukan oleh jumlah pelanggan, tetapi juga bagaimana platform memberikan pengalaman yang lebih personal sekaligus menjaga kepercayaan terhadap ekosistem musik.
Di tengah kondisi tersebut, kehadiran kembali Winamp menjadi salah satu comeback teknologi yang menarik untuk ditunggu. Perusahaan bukan hanya mencoba menghidupkan kembali nama besar dari masa lalu, tetapi juga mencari cara agar konsep pemutar musik klasik dapat kembali relevan ketika konsumen sudah terbiasa dengan jutaan lagu yang tersedia secara instan melalui layanan streaming.
Jika berhasil, Winamp berpotensi menawarkan sesuatu yang berbeda: bukan sekadar tempat mencari lagu, melainkan satu ruang untuk mengelola seluruh pengalaman mendengarkan musik, mulai dari koleksi pribadi hingga katalog streaming global.
Winamp Player generasi terbaru dijadwalkan meluncur pada semester pertama 2027. Perusahaan berencana memberikan informasi lebih lengkap mengenai fitur, tampilan, harga, dan ketersediaan layanan tersebut dalam beberapa bulan mendatang.(ADR)












