DRADIO.ID – Selebgram Julia Prastini atau yang dikenal dengan nama Jule diamankan polisi terkait penyalahgunaan rokok elektrik atau vape yang mengandung etomidate. Kasus tersebut terungkap setelah polisi membongkar jaringan peredaran vape yang diduga mengandung zat tersebut.
Jule diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (14/09/2026) di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan. Penangkapan itu merupakan hasil pengembangan terhadap dua perempuan berinisial RR dan RN yang lebih dahulu diamankan polisi di sebuah apartemen di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.
Dari penangkapan RR dan RN, polisi menemukan 27 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate. Penelusuran terhadap komunikasi dan transaksi keduanya kemudian mengarah kepada Jule. Polisi menemukan adanya paket vape yang ditujukan kepada selebgram tersebut.
Saat melakukan penggeledahan di apartemen Jule, polisi menemukan empat cartridge vape. Tiga cartridge merupakan bekas pakai, sedangkan satu cartridge masih berisi cairan yang mengandung etomidate. Hasil pemeriksaan urine Jule juga dinyatakan positif mengandung etomidate.
Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi mengamankan empat orang. Selain Jule, terdapat RR dan RN serta seorang warga negara China berinisial XC yang disebut polisi berkaitan dengan jaringan peredaran vape tersebut. Secara keseluruhan, polisi menyita 99 cartridge vape dalam pengungkapan kasus ini.
Namun, Jule tidak ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menyebut Jule ditempatkan sebagai pengguna dan selanjutnya menjalani asesmen untuk proses rehabilitasi.
Etomidate merupakan obat anestesi intravena kerja singkat yang digunakan dalam dunia medis, terutama untuk induksi anestesi. Obat ini bekerja cepat dan menghasilkan efek hipnotik atau membuat pasien kehilangan kesadaran dalam konteks tindakan medis.
Secara farmakologis, etomidate bekerja pada reseptor GABA-A di sistem saraf pusat. Salah satu karakteristik penting obat ini adalah kemampuannya menekan produksi hormon steroid adrenal, terutama kortisol, melalui penghambatan enzim 11β-hydroxylase.
Karena efek tersebut, penggunaan etomidate harus dilakukan dalam konteks medis dan dengan pengawasan tenaga kesehatan. Etomidate bukan cairan yang dirancang untuk digunakan melalui rokok elektrik atau vape.
Penggunaan etomidate di luar indikasi medis dapat menimbulkan risiko kesehatan. Salah satu efek yang telah diketahui secara medis adalah penekanan fungsi kelenjar adrenal sehingga produksi kortisol dapat berkurang. Efek tersebut dapat berlangsung beberapa jam setelah pemberian, bergantung pada dosis dan kondisi pengguna.
Sebagai obat anestesi, etomidate juga memiliki efek hipnotik. Artinya, paparan zat tersebut dapat menyebabkan penurunan kesadaran atau kondisi seperti tertidur. Karena itu, penggunaan etomidate melalui vape memiliki risiko yang berbeda dengan penggunaan etomidate dalam prosedur medis yang terkontrol.
Selain itu, penggunaan melalui vape membuat dosis dan jumlah zat yang masuk ke tubuh sulit dikendalikan. Risiko semakin besar karena cairan vape yang beredar secara ilegal tidak selalu memiliki komposisi dan konsentrasi yang dapat dipastikan.
Kasus Jule juga menjadi bagian dari meningkatnya perhatian terhadap penyalahgunaan zat berbahaya melalui rokok elektrik. Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Februari 2026 menyebut peredaran zat adiktif dalam bentuk baru, termasuk vape yang terindikasi mengandung etomidate, sebagai salah satu perkembangan yang perlu mendapat perhatian. BNN menilai pola tersebut dapat menciptakan persepsi bahwa produk tertentu aman atau legal, meskipun memiliki risiko kesehatan dan keamanan.
Kasus serupa juga telah diungkap aparat di daerah lain. Pada Juli 2026, Polres Batu Bara, Sumatera Utara, mengungkap dugaan peredaran etomidate dalam bentuk cartridge vape dan mengamankan empat orang. Dalam kasus tersebut, polisi menemukan 18 cartridge vape yang diduga berisi cairan etomidate.
Sementara dalam kasus yang melibatkan Jule, polisi masih mengembangkan penyelidikan terhadap jaringan peredaran vape yang mengandung etomidate. Hingga 20 September 2026, Jule menjalani proses asesmen dan rehabilitasi, sementara proses hukum berlanjut terhadap pihak yang diduga terlibat dalam peredarannya.(ADR)








