Aston Jambi Hotel & Conference Center meraih Juara 1 kategori profesional pada ajang Halal Chef Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jambi di Rumah Kito Resort Hotel Jambi, Kamis (21/5/2026). Prestasi tersebut diraih oleh Gerry selaku Chef De Partie Aston Jambi melalui sajian “Gulai Terjun”, kuliner khas Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, yang dikembangkan dengan pendekatan gastronomi modern tanpa menghilangkan cita rasa otentik khas Jambi. Kompetisi ini menjadi bagian dari program penguatan ekosistem ekonomi syariah dan industri halal yang diinisiasi Bank Indonesia Provinsi Jambi. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi representasi kualitas sumber daya manusia (SDM) Aston Jambi dalam menghadirkan inovasi kuliner berbasis budaya lokal dengan standar hospitality profesional.
Kemenangan Aston Jambi pada kompetisi tingkat provinsi ini dinilai menjadi bukti kualitas SDM kuliner yang dimiliki hotel dalam menghadirkan sajian berstandar profesional, kreatif, dan relevan dengan perkembangan industri halal nasional.
General Manager Aston Jambi Hotel & Conference Center, Nico Fransisko, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari dedikasi tim culinary dalam menjaga kualitas produk dan pelayanan hotel. “Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Aston Jambi. Prestasi Chef Gerry menunjukkan bahwa kualitas makanan yang kami hadirkan berasal dari sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, kreativitas, dan dedikasi tinggi di bidang kuliner,” ujar Nico Fransisko. Selain menjadi pencapaian individu, kemenangan ini juga memperkuat kredibilitas Aston Jambi sebagai hotel yang terus mendorong inovasi kuliner berbasis budaya lokal dan standar halal.
Menu yang dipresentasikan Chef Gerry dalam kompetisi merupakan interpretasi modern dari Gulai Terjun, kuliner tradisional khas Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Secara tradisional, Gulai Terjun menggunakan daging kerbau sebagai bahan utama. Namun dalam pengembangan modern yang ditampilkan pada kompetisi, Chef Gerry memodifikasi hidangan tersebut menggunakan daging ayam untuk menghadirkan rasa yang lebih ringan dan modern tanpa menghilangkan karakter asli hidangan. Nama “Terjun” berasal dari teknik memasak tradisional, yaitu memasukkan potongan daging langsung ke dalam kuah gulai mendidih agar bumbu lebih cepat meresap dan menghasilkan tekstur yang lembut.
Walaupun dimodifikasi secara modern, hidangan tetap mempertahankan penggunaan rempah-rempah khas Jambi, di antaranya Kunyit, Ketumbar, Jintan, Lengkuas, Daun jeruk, Serai, Santan segar, Perpaduan tersebut menghasilkan rasa gurih, hangat, dan aromatik yang tetap merepresentasikan identitas asli Gulai Terjun khas Batanghari.
Halal Chef Competition 2026 diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jambi sebagai bagian dari penguatan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Tedy Arief Budiman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa konsep halal tidak hanya berkaitan dengan sertifikasi, tetapi juga kualitas, kebersihan, keamanan pangan, dan kepercayaan konsumen. Kompetisi menghadirkan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari sekolah kejuruan, komunitas kuliner, hingga industri hospitality. Adapun dewan juri yang terlibat antara lain Chef Adie Miartadi, Chef Dody Setiadi Nanda Suri Asri selaku influencer kuliner
Persiapan kompetisi dilakukan selama dua hari sebelum pelaksanaan lomba dengan beberapa tahapan, meliputi Riset konsep menu, Trial cooking, Simulasi plating, Pengaturan manajemen waktu. Chef Gerry menyebut tantangan terbesar selama kompetisi adalah menjaga konsistensi rasa di tengah tekanan waktu dan suasana perlombaan yang kompetitif. Menu Gulai Terjun Ayam kemudian dipresentasikan dengan konsep plating kontemporer yang memadukan unsur nusantara, western, dan Japanese cuisine.
Sebagai Juara 1 kategori profesional, Chef Gerry akan mewakili Provinsi Jambi pada kompetisi halal tingkat regional Sumatera dalam rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan, pada Juni 2026 mendatang. Partisipasi tersebut diharapkan menjadi langkah lanjutan dalam memperkenalkan kuliner khas Jambi ke tingkat regional dan nasional.
