Banjir Rendam Ratusan Rumah di Jambi, Warga Mulai Mengungsi

Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Jambi (02/05/2026)

DRADIO.ID- Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Jambi di antaranya Kecamatan Alam Barajo, Jelutung, dan Kota Baru, menyebabkan ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai puluhan sentimeter. Peristiwa ini terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir, akhir April dan awal mei 2026.(02/05/2026)

Peristiwa banjir tersebut dilaporkan terjadi di beberapa kawasan permukiman padat penduduk. Air mulai masuk ke rumah warga sejak pagi dini hari dan terus meningkat seiring meluapnya aliran sungai di sekitar permukiman.

Berdasarkan informasi yang di peroleh dari video yang di rekam salah satu warga, ketinggian air di sejumlah titik terlihat telah memasuki rumah-rumah warga. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, bahkan sebagian terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Banjir diduga disebabkan oleh meluapnya Sungai Batanghari yang tidak mampu menampung debit air akibat curah hujan yang tinggi. Selain itu, sistem drainase yang kurang optimal juga memperparah kondisi genangan di beberapa wilayah.

Sejumlah wilayah terdampak antara lain kawasan permukiman di bantaran sungai dan daerah dataran rendah. Warga yang tinggal di lokasi tersebut menjadi kelompok paling rentan terhadap dampak banjir tahunan.

Dalam menghadapi kondisi ini, warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian lainnya memilih bertahan di rumah sambil memantau perkembangan ketinggian air.

Petugas dari pemerintah daerah bersama tim gabungan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemantauan serta membantu evakuasi warga yang membutuhkan. Bantuan logistik juga mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Selain itu, pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Banjir ini juga berdampak pada fasilitas umum, seperti jalan lingkungan yang tergenang sehingga menyulitkan akses transportasi warga. Aktivitas sekolah dan pekerjaan pun ikut terganggu akibat kondisi tersebut.

Beberapa warga mengungkapkan bahwa banjir seperti ini kerap terjadi setiap tahun saat musim hujan tiba. Mereka berharap adanya solusi jangka panjang dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan banjir yang terus berulang.

Pemerintah daerah menyatakan akan terus melakukan upaya penanganan, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase, guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Hingga saat ini, kondisi banjir di sejumlah wilayah masih terpantau dan belum sepenuhnya surut. Warga diminta tetap siaga serta mengikuti arahan dari petugas guna menjaga keselamatan bersama.(LEF)