Dosen Prodi Bimbingan Dan Konseling Unja Gelar Pelatihan Anti-Bullying Dan Kekerasan Fisik Berbasis Konseling Partisipatif Di SMP Negeri 16 Kota Jambi 

Tim Pengabdian Prodi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Jambi bersama guru dan siswa SMP Negeri 16 Kota Jambi.

DRADIO.ID – Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Negeri 16 Kota Jambi melalui program bertajuk “Model Pelatihan Anti-Bullying dan Kekerasan Fisik Berbasis Konseling Partisipatif pada Siswa SMP Negeri 16 Kota Jambi”. Kegiatan ini menyasar siswa sebagai kelompok utama sekaligus agen perubahan dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying serta kekerasan fisik.

Kegiatan pengabdian tersebut dirancang dengan pendekatan konseling partisipatif yang menempatkan siswa bukan sekadar sebagai penerima informasi, tetapi sebagai peserta aktif dalam proses belajar, berdiskusi, menyampaikan pengalaman, mengenali masalah, dan merumuskan langkah pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Pendekatan ini diharapkan membuat materi lebih dekat dengan kehidupan siswa serta mendorong keberanian mereka untuk bersikap positif ketika menghadapi tindakan bullying.

Dalam pelaksanaannya, tim dosen Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Jambi memberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk kekerasan, dampak psikologis dan sosial bagi korban, pelaku maupun saksi, serta cara membangun komunikasi yang sehat antarsiswa. Materi juga diarahkan pada kemampuan siswa mengenali perilaku yang sudah termasuk kekerasan dan memahami bahwa tindakan mengejek, mengintimidasi, mengucilkan, mempermalukan, maupun melakukan kekerasan fisik tidak dapat dianggap sebagai candaan biasa.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, menyampaikan pendapat, mengikuti simulasi, serta melakukan refleksi terhadap situasi bullying yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami posisi korban, pelaku, dan saksi sehingga tumbuh empati serta kesadaran untuk tidak membiarkan kekerasan berlangsung.

Konseling partisipatif menjadi bagian penting dalam model pelatihan ini. Siswa didorong untuk berani berbicara, saling mendengarkan, memberikan dukungan kepada teman, dan mengetahui kepada siapa mereka dapat meminta bantuan ketika mengalami atau menyaksikan bullying. Dengan demikian, pencegahan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan siswa sebagai bagian dari solusi.

Tim pengabdian menekankan bahwa sekolah yang aman tidak hanya dibangun melalui aturan dan larangan, tetapi juga melalui hubungan sosial yang sehat. Sikap saling menghormati, empati, kepedulian, keberanian berkata “tidak” terhadap kekerasan, serta kesediaan melapor ketika terjadi tindakan bullying merupakan nilai-nilai yang perlu dibangun secara konsisten.

Pihak SMP Negeri 16 Kota Jambi menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan edukatif dan pendampingan yang berkelanjutan. Kehadiran dosen Bimbingan dan Konseling di sekolah juga menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memperkuat layanan pendidikan, perkembangan sosial-emosional siswa, serta pencegahan kekerasan di satuan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Prodi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Jambi berharap siswa SMP Negeri 16 Kota Jambi semakin memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keberanian untuk mencegah bullying dan kekerasan fisik. Lebih jauh, model pelatihan berbasis konseling partisipatif diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan dan diterapkan dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak, inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.(ADR)