DRADIO.ID — Sabtu kemarin Tepatnya 08 Agustus 2026, diperingati sebagai Hari Kucing Sedunia atau International Cat Day. Peringatan ini menjadi momentum bagi para pencinta kucing untuk merayakan keberadaan hewan yang telah lama hidup berdampingan dengan manusia, sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan, perlindungan, dan kesejahteraan kucing.
Hari Kucing Sedunia pertama kali diperkenalkan pada 2002 oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW). Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kondisi kucing, termasuk kucing terlantar, serta mendorong kepedulian terhadap kesejahteraan dan perlindungan hewan.
Sejak 2020, koordinasi peringatan International Cat Day kemudian diteruskan oleh International Cat Care (iCatCare), organisasi yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan kucing di berbagai negara.
Peringatan ini bukan sekadar kesempatan untuk mengunggah foto kucing ke media sosial. International Cat Day juga menjadi pengingat bahwa memelihara kucing membutuhkan tanggung jawab jangka panjang, mulai dari menyediakan makanan dan air, menjaga kebersihan, memberikan perawatan kesehatan, hingga memastikan kucing mendapatkan lingkungan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan alaminya.
Bermain Bukan Sekadar Hiburan
Salah satu hal yang sering dianggap sepele oleh pemilik kucing adalah waktu bermain. Padahal, bermain merupakan bagian penting dari aktivitas kucing karena berkaitan dengan perilaku alaminya, termasuk mengejar, menangkap, dan mengeksplorasi lingkungan.
Sebuah penelitian yang melibatkan 1.591 pemilik atau pengasuh kucing dari 55 negara menemukan adanya hubungan antara aktivitas bermain dengan kualitas hidup kucing serta kualitas hubungan antara kucing dan manusia.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kucing yang lebih aktif bermain dan memiliki variasi permainan yang lebih banyak cenderung memiliki skor kualitas hidup yang lebih tinggi. Durasi bermain yang lebih panjang, variasi permainan, serta keterlibatan kucing dan pemilik dalam memulai aktivitas bermain juga berkaitan dengan hubungan manusia-kucing yang lebih baik.
Namun, penelitian itu bersifat observasional sehingga hasilnya menunjukkan asosiasi, bukan bukti bahwa bermain menjadi satu-satunya penyebab meningkatnya kualitas hidup kucing.
Fakta lainnya, penelitian tersebut menemukan bahwa kucing yang sepenuhnya dipelihara di dalam ruangan memiliki skor kualitas hidup dan hubungan dengan pemilik yang lebih tinggi dibandingkan kucing yang memiliki akses ke luar ruangan. Meski demikian, pemeliharaan di dalam rumah tetap membutuhkan lingkungan yang kaya stimulasi agar kebutuhan fisik dan perilaku kucing terpenuhi.
Kucing Memiliki Naluri Berburu
Meski telah hidup bersama manusia selama ribuan tahun, kucing tetap membawa sejumlah perilaku alami dari nenek moyangnya. Salah satunya adalah naluri berburu.
International Cat Care menjelaskan bahwa kucing membutuhkan kesempatan untuk menyalurkan perilaku berburu melalui aktivitas seperti bermain dengan mainan yang dapat dikejar atau ditangkap. Aktivitas tersebut juga dapat membantu memberikan stimulasi dan olahraga bagi kucing yang hidup di dalam rumah.
Karena itu, mainan seperti tongkat dengan bulu, bola, atau benda yang dapat dikejar dapat digunakan untuk membuat aktivitas bermain lebih menarik. Pemilik juga sebaiknya menghindari kebiasaan menggunakan tangan atau kaki sebagai sasaran permainan, karena kucing dapat belajar menganggap bagian tubuh manusia sebagai objek untuk digigit atau dicakar.
Kucing dan Kehidupan Manusia
Kehadiran kucing juga dapat memberikan pengalaman sosial dan emosional bagi pemiliknya. Interaksi dengan hewan peliharaan dapat memberikan rasa kebersamaan dan menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Sejumlah penelitian mengenai hubungan manusia dan hewan menunjukkan adanya kaitan antara kepemilikan atau interaksi dengan hewan peliharaan dan aspek kesejahteraan manusia. Namun, manfaat tersebut tidak dapat digeneralisasi kepada semua orang karena pengalaman setiap pemilik berbeda.
Dengan kata lain, memelihara kucing bukan otomatis menjadi solusi untuk mengatasi kesepian atau masalah psikologis. Kucing lebih tepat dipandang sebagai salah satu bentuk teman dan interaksi sosial yang bagi sebagian orang dapat memberikan pengalaman positif.
Fakta Menarik: Kucing Bisa Makan dalam Porsi Kecil Berkali-kali
Ada fakta menarik lainnya mengenai kebiasaan makan kucing. International Cat Care menjelaskan bahwa kucing secara alami dirancang untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah kecil dan relatif sering.
Di alam liar, aktivitas mencari dan menangkap mangsa membuat kucing dapat mengonsumsi banyak makanan kecil sepanjang hari. Karena itu, pola pemberian makan pada kucing peliharaan perlu mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi masing-masing hewan, termasuk usia, kesehatan, serta rekomendasi dokter hewan.
Kucing Aktif pada Waktu Tertentu
Berbeda dengan manusia, kucing memiliki pola aktivitas yang tidak selalu mengikuti rutinitas manusia. Kucing secara alami cenderung aktif pada waktu senja dan pagi hari.
Kebiasaan tersebut dapat menjelaskan mengapa sebagian pemilik kucing mendapati hewan peliharaannya menjadi lebih aktif pada pagi atau menjelang malam. Pemilik perlu memahami pola tersebut dan menyediakan aktivitas yang sesuai agar kucing tetap mendapatkan stimulasi tanpa mengganggu kehidupan sehari-hari di rumah.
Hari Kucing Sedunia dan Tanggung Jawab Pemilik
International Cat Day 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang memberikan makanan tambahan kepada kucing atau membagikan foto hewan peliharaan di media sosial.
Peringatan ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengevaluasi kondisi kucing di rumah. Pemilik dapat memastikan ketersediaan makanan dan air, menjaga kebersihan tempat tinggal, memberikan kesempatan bermain, memperhatikan perubahan perilaku, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Bagi masyarakat yang belum memiliki kucing, Hari Kucing Sedunia juga tidak berarti harus langsung mengadopsi. Memelihara hewan merupakan komitmen jangka panjang yang membutuhkan waktu, biaya, perhatian, serta kesiapan untuk memenuhi kebutuhan hewan sepanjang hidupnya.
Sementara itu, masyarakat yang ingin membantu kucing terlantar dapat mempertimbangkan berbagai bentuk dukungan, seperti membantu organisasi penyelamatan hewan, menjadi pengasuh sementara, atau melakukan adopsi secara bertanggung jawab.
Pada akhirnya, mencintai kucing bukan hanya tentang seberapa sering seseorang memeluk atau mengunggah fotonya. Kepedulian juga terlihat dari kesediaan memastikan kucing mendapatkan kehidupan yang aman, sehat, dan sesuai dengan kebutuhan alaminya.
Selamat Hari Kucing Sedunia 2026. Bukan sekadar merayakan kelucuan, tetapi juga merayakan tanggung jawab untuk menjaga kesejahteraan mereka.(ADR)
