Berita  

PERSIARI dan Bakom RI Bahas Transformasi Penyiar Radio di Era Digital

Pengurus DPN Persatuan Penyiar Radio Seluruh Indonesia (PERSIARI) melakukan pertemuan dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kamis (20/8/2026)

DRADIO.ID — Persatuan Penyiar Radio Seluruh Indonesia (PERSIARI) melakukan pertemuan dengan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kamis (20/8/2026). Pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut membahas perkembangan industri radio, transformasi profesi penyiar, serta tantangan komunikasi publik di tengah pesatnya perkembangan media digital.

Ketua Umum PERSIARI, Suwiryo, menyampaikan bahwa profesi penyiar radio kini telah mengalami perubahan yang cukup signifikan. Penyiar tidak lagi hanya mengandalkan siaran melalui frekuensi radio, tetapi juga memanfaatkan berbagai platform media baru untuk memperluas jangkauan audiens.

Menurut Suwiryo, perkembangan tersebut turut mendorong penyiar radio untuk membangun personal branding sekaligus meningkatkan kemampuan dalam memproduksi konten digital.

“Konvergensi media saat ini harus menjadi momentum bagi para penyiar radio untuk meng-upgrade skill agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam mengakses beragam informasi dan hiburan. Bukan hanya melalui radio, tetapi juga melalui media yang ada dalam genggaman,” ujar Suwiryo.

Ia mengatakan, perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi radio juga semakin terlihat. Radio yang selama ini identik dengan media audio kini mulai berkembang menjadi media yang menghadirkan unsur visual.

Suwiryo menyebut fenomena tersebut sebagai “radio visual”, yakni ketika masyarakat tidak hanya mendengarkan suara penyiar, tetapi sekaligus dapat melihat sosok penyiar melalui platform digital.

“Orang bisa mendengar radio, tetapi pada saat yang sama juga bisa melihat wajah penyiarnya. Saya menyebutnya sebagai radio visual,” katanya.

Sementara itu Kepala Bakom RI M. Qodari menyambut baik kedatangan PERSIARI. Ia bahkan menggambarkan pertemuan tersebut seperti sebuah reuni, karena mengingatkan dirinya pada masa ketika ia masih sering mendengarkan lagu dari radio, termasuk Sandiwara Radio. 

Qodari sepakat bahwa perkembangan teknologi menuntut penyiar radio untuk terus beradaptasi. Menurutnya, kemampuan seorang penyiar saat ini dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk siaran radio, tetapi juga menjadi konten digital, termasuk podcast.

“Podcast yang banyak di YouTube itu juga awalnya dari radio, kemudian divisualkan melalui proses produksi sehingga menjadi program podcast yang banyak kita lihat saat ini,” ujar Qodari.

Namun, Qodari menyoroti tantangan lain yang muncul seiring berkembangnya media sosial dan platform digital. Menurutnya, derasnya arus informasi belum selalu diikuti dengan pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.

Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menimbulkan keresahan dan reaksi luas di tengah masyarakat.

Karena itu, Bakom RI berencana mendorong penguatan kompetensi bagi para pelaku komunikasi di ruang digital.

“Kami berencana membuat uji kompetensi, bukan hanya untuk para konten kreator, tetapi juga bagi para jurnalis, agar informasi yang disebarkan di media sosial juga bisa dipertanggungjawabkan,” kata Qodari.

Dorong Sinergi Komunikasi Publik

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah deputi Bakom RI dan tenaga ahli. Di akhir pertemuan, Qodari menyampaikan apresiasi atas kehadiran PERSIARI dan berharap komunikasi serta kerja sama antara kedua pihak dapat terus dikembangkan.

Menurut Qodari, kolaborasi dengan organisasi yang bergerak di bidang komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang sehat dan bertanggung jawab.

“Kami sangat terbuka dengan seluruh organisasi yang membidangi komunikasi ini,” pungkas Qodari.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan M Qodari didampingi Tiga deputinya, diantaranya  Deputi Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi (Deputi I): Fahd Pahdepie, Deputi Bidang Materi dan Diseminasi (Deputi II): Timothy Ivan Triyono, dan Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media (Deputi III): Kurnia Ramadhana serta Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi dan Pengendalian Informasi