Duta Sheila On 7 Ungkap Alasan Bandnya Lebih Memilih Radio daripada Podcast

DRADIO.ID – Vokalis Sheila On 7, Akhdiyat Duta Modjo atau Duta, mengungkapkan alasan mengapa band yang telah berkarya lebih dari tiga dekade itu jarang tampil di berbagai podcast yang saat ini tengah menjadi tren di kalangan publik. Menurutnya, Sheila On 7 merasa lebih nyaman berbagi cerita melalui siaran radio dibandingkan podcast.

Di tengah maraknya musisi dan figur publik yang memanfaatkan podcast sebagai ruang untuk membahas kehidupan pribadi maupun perjalanan karier, Sheila On 7 justru memilih tetap konsisten hadir dalam program-program radio. Pilihan tersebut, menurut Duta, bukan tanpa pertimbangan.

Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun TikTok resmi Sheila On 7, Duta menjelaskan bahwa secara konsep podcast, siaran langsung di Instagram maupun TikTok memang memiliki kemiripan dengan program radio. Namun, ia menilai pengalaman berbincang di radio memberikan suasana yang lebih nyaman dan terarah.

“Sebenarnya lebih menyenangkan untuk bercerita di radio,” ujar Duta.

Menurut pelantun lagu Melompat Lebih Tinggi itu, salah satu alasan utama adalah karena penyiaran radio berada di bawah pengawasan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Pengawasan tersebut membuat materi pembahasan tetap berada dalam koridor yang sesuai dengan etika penyiaran.

Duta menjelaskan bahwa pembicaraan di radio tetap bisa membahas berbagai topik secara mendalam, tetapi memiliki batasan yang jelas sehingga tidak melampaui norma yang berlaku. Hal inilah yang menurutnya menjadi pembeda antara radio dengan sebagian konten podcast yang berkembang saat ini.

Lebih lanjut, Duta menegaskan bahwa sejak awal Sheila On 7 bukanlah grup musik yang menjadikan kehidupan pribadi para personelnya sebagai konsumsi publik. Baginya, tidak semua cerita di balik layar perlu dibagikan demi menarik perhatian audiens.

“Sheila On 7 bukan band yang suka membuka cerita-cerita yang sebenarnya orang-orang enggak perlu tahu,” kata Duta.

Ia menambahkan masih banyak kisah menarik mengenai perjalanan Sheila On 7 yang dapat diceritakan kepada masyarakat tanpa harus mengungkap sisi pribadi para personelnya. Cerita-cerita tersebut, menurutnya, dapat disampaikan dalam ruang yang tetap ramah bagi seluruh kalangan usia.

Duta juga menyoroti tantangan podcast yang dapat diakses oleh siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja. Meskipun beberapa podcast telah memberikan penanda usia atau peringatan konten, ia menilai penyebaran kontennya tetap sulit dikendalikan sehingga tanggung jawab moral pembuat konten menjadi lebih besar.

Menurutnya, tidak sedikit podcast yang memperoleh perhatian besar karena mengangkat cerita-cerita sensasional atau membuka hal-hal pribadi yang sebenarnya tidak memiliki nilai edukatif bagi publik. Sheila On 7 memilih untuk tidak mengikuti pola tersebut karena ingin tetap menjaga identitas band yang selama ini dikenal sederhana dan fokus pada karya musik.

Selama lebih dari 30 tahun berkarya, Sheila On 7 dikenal sebagai salah satu band Indonesia yang mampu mempertahankan popularitas tanpa banyak mengekspos kehidupan pribadi para personelnya. Band asal Yogyakarta ini justru lebih mengedepankan kualitas karya, penampilan panggung, serta kedekatan dengan para penggemarnya yang dikenal sebagai Sheilagank.

Menutup pernyataannya, Duta menegaskan bahwa radio masih menjadi tempat yang paling tepat bagi Sheila On 7 untuk berbagi cerita mengenai perjalanan musik mereka. Meski demikian, ia tidak sepenuhnya menutup kemungkinan tampil di podcast pada masa mendatang, selama konsep pembahasannya lebih spesifik, berfokus pada musik, serta tetap mengedepankan nilai edukatif dan tanggung jawab moral kepada publik.(ADR)