DRADIO.ID – Sebanyak lebih dari seribu personel Taruna Bhakti Nusantara yang berasal dari unsur Taruna TNI dan Taruna Polri resmi diterjunkan ke Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka bertujuan mendampingi para siswa dalam kehidupan berasrama sekaligus memperkuat pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kemandirian selama mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan seluruh personel Taruna Bhakti Nusantara beserta para pendamping telah berada di lokasi penugasan masing-masing. Hal itu disampaikannya saat meninjau pelaksanaan program Taruna Bhakti Nusantara dan MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik, Jawa Timur, pada Senin (03/08/2026).
“Kami bersyukur semua sudah berada di tempat masing-masing. Insyaallah mereka akan membimbing dan memberikan keteladanan kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat dalam rangka memperkuat kedisiplinan, kepemimpinan, serta kegiatan ekstrakurikuler,” ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya, Selasa (04/08/2026).
Ia menegaskan, keterlibatan Taruna TNI dan Polri bukan untuk memberikan pendidikan militer kepada siswa. Sebaliknya, para taruna bertugas menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, serta membangun kebiasaan hidup yang tertib di lingkungan asrama.
Selama masa pendampingan, para taruna membimbing siswa dalam berbagai aktivitas, mulai dari kepramukaan, latihan baris-berbaris, menata tempat tidur, menjaga kebersihan lingkungan, merawat perlengkapan pribadi, hingga membiasakan pola hidup disiplin dalam menjalani kegiatan belajar sehari-hari.
Pelaksanaan program Taruna Bhakti Nusantara berlangsung bersamaan dengan MPLS yang saat ini digelar serentak di seluruh Sekolah Rakyat. Menurut Gus Ipul, proses adaptasi masih terus dilakukan, baik oleh tenaga pendidik, tenaga kependidikan maupun para siswa terhadap sistem pendidikan berasrama yang diterapkan.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah fasilitas sekolah yang dalam tahap penyempurnaan. Meski demikian, pemerintah memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik sehingga siswa dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak dan berkualitas.
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama yang diinisiasi pemerintah untuk memberikan akses pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari pendidikan, asrama, konsumsi, seragam hingga perlengkapan belajar ditanggung oleh negara.
Gus Ipul menjelaskan, penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui seleksi akademik. Seluruh peserta didik dipilih melalui proses penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kemudian diverifikasi bersama pemerintah daerah dan dinas sosial sebelum ditetapkan sebagai peserta didik.
Sebagian besar siswa merupakan anak-anak yang pernah putus sekolah, berisiko putus sekolah, bahkan ada yang belum pernah memperoleh pendidikan formal. Karena itu, pemerintah berharap Sekolah Rakyat menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Program Sekolah Rakyat saat ini memasuki tahap implementasi gelombang kedua yang dilaksanakan di puluhan titik di Indonesia. Sebelumnya, Kementerian Sosial juga telah membuka MPLS secara serentak di 65 lokasi serta terus melakukan pembangunan gedung permanen agar seluruh proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.
Selain melibatkan Taruna TNI dan Polri, pemerintah juga menggandeng guru, tenaga kependidikan, pekerja sosial, psikolog, serta berbagai kementerian dan lembaga untuk memastikan pembinaan akademik maupun karakter siswa berjalan secara terpadu. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter kuat, mandiri, berintegritas, dan siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Pemerintah menargetkan program Sekolah Rakyat menjadi salah satu instrumen utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus mendukung agenda pengentasan kemiskinan ekstrem. Melalui pendidikan berasrama yang terintegrasi dengan pembinaan karakter, Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik.(ADR)












