Dari Gemuruh Tanah ke Keyakinan Spiritual: Fenomena Sinkhole Limapuluh Koto

DRADIO.ID – Sinkhole atau yang bisa disebut sebagai lubang runtuhan yang terjadi pada 4 Januari kemarin dianggap sebagai air suci oleh masyarakat Jorong Tepi, Limapuluh Koto Sumatera Barat. Mereka percaya air tersebut berfungsi sebagai penghubung ke hadirat Tuhan, membersihkan dosa jasmani-rohani sekaligus menyembuhkan penyakit melalui efek doa-doa berdasarkan prinsip “alam takambang jadi guru.” Loh, kok bisa?

Ternyata, masyarakat menganggap air yang muncul tiba-tiba dari bawah tanah sebagai pemberian alam atau tanda ilahi, mirip keyakinan adat bahwa sumber air alami adalah keberkahan untuk menyembuhkan penyakit, obat mujarab dari luka biasa sampai sakit kronis. Ditambah persepsi air dari rongga bumi diartikan suci karena tidak tercemar tangan manusia. Anggapan tersebut juga ditambah dengan penampilan air yang tampak jernih, tidak adanya lumpur, dan tanpa bau.

Padahal nih ya, Pemerintah dan Dinas Kesehatan dengan tegas menyatakan kandungan air sinkhole pada 9 Januari 2026 mengandung E-coli (11 CFU/100 Ml) dan coliform 234 CFU/100 mL yang jika diminum langsung berisiko terjadinya gangguan pencernaan, diare akut, keracunan makanan, infeksi saluran kemih, hingga gagal ginjal.

Namun, masyarakat masih ada yang tidak percaya dan keukeh atas pendapat mereka yang menganggap air sinkhole aman-aman saja diminum. Maka dari itu, cara yang tepat untuk mengolah air tersebut adalah dengan cara menyaring air melalui lapisan pasir halus, kerikil, ijuk, dan sabut kelapa. Setelahnya rebus air selama minimal 1-3 menit dengan panas mendidih 100°C.

Sebelumnya, kemunculan sinkhole di tengah lahan persawahan milik warga bernama Adrolmios menyebabkan respons heboh di jagat media sosial. Adrolmios mengatakan bahwa ia mendengar suara gemuruh menyerupai ledakan sebelum tanah retak dengan diameter awal 6-7 meter. Sinkhole tersebut juga bisa diakibatkan pengaruh siklon senyar pada akhir November 2025 lalu yang mempercepat proses erosi di bawah permukaan.(WA)