DRADIO.ID – PLT Direktur PT Siginjai Sakti, Ardiansyah N, mengungkapkan kesiapan pelaksanaan Festival Kota Tua yang akan menjadi bagian dari pembukaan kawasan kuliner di Pasar Duta Bahagia (Kota Tua). Pernyataan tersebut disampaikannya saat peninjauan persiapan bersama Wali Kota Jambi, Kamis (02/04/2026) siang.
Ardiansyah menjelaskan, persiapan festival saat ini telah mencapai sekitar 90 persen, khususnya dari sisi fisik. Ia menyebutkan konsep pelaksanaan akan dilakukan secara terpusat dengan sistem penataan yang rapi dan efisien.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, pihaknya menyiapkan sekitar 60 tenant kuliner. Namun jumlah tersebut sengaja dibatasi guna menjaga kenyamanan pengunjung serta kualitas penyelenggaraan acara.
Menurutnya, kehadiran festival menjadi faktor penting untuk menarik minat masyarakat. Sebab, kegiatan kuliner akan lebih hidup jika didukung dengan berbagai hiburan dan aktivitas menarik.
“Kalau hanya kuliner tanpa event, tentu kurang menarik. Maka kita siapkan berbagai kegiatan untuk meningkatkan daya tarik pengunjung,” ujarnya.
Beragam kegiatan akan digelar dalam festival tersebut, di antaranya lomba lagu Melayu, lomba lagu nostalgia, fashion show anak-anak, hingga pameran batu akik yang diharapkan mampu menghadirkan nuansa hiburan bagi seluruh kalangan.
Selain itu, panitia juga menyiapkan fasilitas penunjang demi kenyamanan pengunjung. Mulai dari area parkir yang disesuaikan dengan aturan, hingga penyediaan tenda bagi para tenant.
Tidak hanya itu, fasilitas seperti listrik, meja, kursi, serta hiburan live musik juga telah dipersiapkan. Dengan demikian, para pelaku usaha cukup membawa bahan dagangan tanpa perlu memikirkan sarana pendukung lainnya.
Ardiansyah menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan pelaku UMKM lokal untuk mengisi tenant kuliner. Terutama mereka yang telah memiliki pengalaman berjualan di kawasan pasar.
Meski demikian, peluang juga terbuka bagi pelaku usaha dari wilayah lain di Kota Jambi untuk ikut bergabung dan meramaikan festival tersebut.
Untuk biaya partisipasi, panitia menetapkan tarif yang relatif terjangkau, yakni sekitar Rp27.500 per hari. Biaya tersebut sudah termasuk fasilitas tenda dan listrik bagi para tenant.
Ke depan, festival ini diharapkan menjadi embrio pengembangan kawasan kuliner Kota Tua secara lebih luas. Tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi juga berkembang ke berbagai area di sekitarnya.
“Kalau antusiasme masyarakat tinggi dan ekonomi mulai tumbuh, tentu akan kita tambah variasi usaha kuliner di kawasan ini,” kata Ardiansyah.
Ia optimistis Festival Kota Tua dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal sekaligus mendukung program revitalisasi kawasan bersejarah di Kota Jambi.(ADR)











