DRADIO.ID – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Provinsi Jambi, Selasa (22/09/2026). Namun, aksi yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut berujung kekecewaan setelah Gubernur Jambi tidak hadir menemui massa.
Aksi yang dipimpin oleh Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) UIN STS Jambi ini awalnya bertujuan menyampaikan empat poin tuntutan krusial terkait persoalan daerah. Di bawah komando Ketua SEMA-U Heryanto dan Ketua DEMA-U Abel Gaesca Sandya, mahasiswa mendesak penuntasan dugaan anggaran Rp57 miliar, percepatan penanganan stunting dan TBC, pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), serta percepatan penyelesaian jalan khusus batubara beserta perbaikan infrastruktur jalan yang rusak.
Akan tetapi, saat tiba di lokasi aksi, massa tidak berhasil menemui Gubernur Jambi. Kehadiran kepala daerah tersebut hanya diwakili oleh staf Pemerintah Provinsi Jambi. Pertemuan di lapangan berjalan alot dan tidak memuaskan karena perwakilan staf yang menemui mahasiswa dinilai tidak menguasai materi serta tidak mampu memberikan penjelasan maupun keputusan yang konkret atas tuntutan yang diajukan.
Merasa aspirasi dan tuntutan masyarakat Jambi tidak direspons dengan serius, Aliansi Mahasiswa UIN STS Jambi menyatakan sikap tegas. Pihaknya memastikan akan menggelar aksi demonstrasi susulan atau “Aksi Jilid 2” dengan jumlah massa yang lebih besar dalam waktu dekat.
Ketua SEMA-U dan DEMA-U menegaskan bahwa waktu pelaksanaan aksi jilid 2 akan konsolidasikan kembali bersama seluruh elemen mahasiswa. Mereka berjanji tidak akan berhenti mengawal dan mendesak Pemerintah Provinsi Jambi sampai seluruh poin tuntutan diusut tuntas dan mendapat kejelasan resmi langsung dari Gubernur.(IZA)












