Massa Aliansi Sempat Blokade Jalan Gubernur Jambi, Protes Lambannya Penanganan Kabut Asap

Massa Aksi Sempat Blokade Jalan Depan Gedung Gubernur Jambi

DRADIO.ID – Massa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa, masyarakat sipil, dan pelaku usaha sempat memblokade akses jalan di kawasan Kantor Gubernur Jambi, Kamis (08/10/2026).

Aksi blokade dilakukan sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disebut massa telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar kawasan Kantor Gubernur Jambi terganggu. Massa menutup badan jalan dan meletakkan sejumlah tumpukan sampah di lokasi sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah.

Situasi semakin memanas menjelang sore. Sekitar pukul 17.00 WIB, massa masih bertahan dan menutup akses jalan hingga memasuki waktu Magrib.

Kekecewaan massa semakin meningkat lantaran Gubernur Jambi Al Haris tidak kunjung menemui mereka untuk memberikan solusi terkait tuntutan penanganan kabut asap.

Perwakilan masyarakat sipil, Deri Anandiya, mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk meminta pemerintah bertanggung jawab terhadap kondisi kabut asap yang dirasakan masyarakat.

“Tuntutan hari ini pada dasarnya tidak muluk-muluk, untuk meminta Pemerintah Provinsi Jambi bertanggung jawab atas kabut asap yang sudah melanda Provinsi Jambi ini kurang lebih tiga bulan. Oleh karena itu, mahasiswa dan masyarakat bergabung dalam aliansi ini hanya semata-mata menyuarakan meminta pertanggungjawaban Wo Haris dalam hal ini Gubernur Provinsi Jambi untuk segera cepat memadamkan api ataupun mengurangi asap yang sama-sama kita hirup hari ini,” ujar Deri Anandiya saat diwawancarai di lokasi aksi.

Menurut Deri, pemerintah tidak seharusnya saling melempar tanggung jawab dalam menangani persoalan kabut asap. Ia meminta seluruh pihak bergerak cepat karena dampak asap telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.

“Ini bukan momentum untuk saling melempar tanggung jawab, tapi kita sama-sama mengambil tanggung jawab ini. Ayo kita sama-sama bergerak untuk memadamkan api agar anak-anak kita tidak lagi menghirup asap yang sudah parah ini. Jarak pandang sekarang sudah sangat dekat, penerbangan banyak dihentikan, dan aktivitas ekonomi sudah sangat lumpuh,” katanya.

Dalam aksi tersebut, massa juga membentangkan foto Gubernur Jambi Al Haris yang tengah menaiki helikopter. Aksi tersebut menjadi simbol kritik massa terhadap pemerintah di tengah kondisi kabut asap yang mereka nilai semakin parah.

Blokade jalan berlangsung hingga aksi berujung ricuh. Pagar Kantor Gubernur Jambi dilaporkan mengalami kerusakan setelah massa terlibat kericuhan.

Polisi kemudian mengambil tindakan untuk membubarkan massa dengan menggunakan gas air mata. Aparat juga mengimbau massa meninggalkan lokasi serta memperingatkan akan menindak pihak yang terbukti melakukan pengrusakan sesuai ketentuan pidana.

Aksi akhirnya dibubarkan dan massa meninggalkan kawasan Kantor Gubernur Jambi. Hingga malam hari, situasi di sekitar lokasi berangsur kondusif, sementara aparat masih melakukan pengamanan.(ADR)