PERSIARI Ajak Penyiar Radio Teladani Semangat Sumpah Pemuda, Perkuat Edukasi Publik dan Kedaulatan Penyiaran

PERSIARI Ajak Penyiar Radio Teladani Semangat Sumpah Pemuda

DRADIO.ID – Persatuan Penyiar Radio Seluruh Indonesia (PERSIARI) mendorong seluruh insan penyiaran radio di Tanah Air untuk meneladani semangat Sumpah Pemuda dengan terus berkarya, berjuang, dan berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyampaian berita dan informasi yang aktual, akurat, berimbang, serta mencerdaskan masyarakat.

Semangat Sumpah Pemuda yang menegaskan persatuan dan kesatuan bangsa dinilai tetap relevan bagi dunia penyiaran. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, penyiar radio memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, terpercaya, dan bermanfaat.

Ketua Umum PERSIARI, Suwiryo, menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai peristiwa sejarah atau seremoni tahunan. Semangat tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata, termasuk dedikasi para penyiar radio dalam menghadirkan informasi yang mencerahkan masyarakat.

“Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kepada kita tentang persatuan, perjuangan, dan kecintaan terhadap Tanah Air. Bagi para penyiar radio, semangat itu harus diwujudkan melalui karya dan pengabdian, dengan menyampaikan berita serta informasi yang aktual, akurat, dan dapat dipercaya. Penyiar radio memiliki kontribusi penting dalam membangun kesadaran publik, memperkuat persatuan, serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Suwiryo melalui Rilis Persiari (Rabu 28/10/2026)

Menurutnya, tantangan penyiar radio saat ini semakin besar. Kehadiran media sosial dan berbagai platform digital membuat informasi bergerak sangat cepat, tetapi tidak semuanya terverifikasi. Dalam situasi tersebut, penyiar radio dituntut untuk tetap menjaga profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab jurnalistik.

Radio tidak hanya berfungsi sebagai media penyampai informasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang mempertemukan beragam pandangan, menyuarakan aspirasi masyarakat, serta mendorong dialog yang sehat dan konstruktif.

Suwiryo menambahkan, perjuangan generasi muda pada 1928 untuk meneguhkan persatuan bangsa dapat menjadi inspirasi bagi insan penyiaran dalam menghadapi tantangan zaman. Jika dahulu para pemuda berjuang membangun kesadaran kebangsaan, kini para penyiar radio dapat meneruskan semangat tersebut melalui informasi yang mendidik, memperkuat persatuan, dan menjaga kepentingan nasional.

“Dahulu, semangat Sumpah Pemuda menjadi salah satu tonggak penting dalam perjuangan menuju Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Saat ini, semangat itu perlu kita lanjutkan melalui perjuangan menjaga kedaulatan bangsa, termasuk kedaulatan informasi dan kedaulatan lembaga penyiaran,” tegasnya.

Ia menilai, kedaulatan lembaga penyiaran menjadi isu penting di tengah perubahan ekosistem media. Lembaga penyiaran radio perlu memiliki ruang yang memadai untuk berkembang, berinovasi, menjaga independensi, serta menjalankan fungsi pelayanan informasi kepada publik di tengah persaingan dengan berbagai platform digital.

Kedaulatan penyiaran, lanjutnya, bukan semata-mata persoalan keberlangsungan industri radio, melainkan juga menyangkut kemampuan bangsa untuk menjaga ruang informasi yang sehat, beragam, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Karena itu, PERSIARI mengajak seluruh penyiar radio Indonesia untuk terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat etika profesi, dan menjaga kepercayaan publik. Transformasi digital harus menjadi peluang untuk memperluas jangkauan karya penyiar, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik dan pengabdian kepada masyarakat.

“Penyiar radio harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan pernah kehilangan jati diri dan tanggung jawabnya. Kita harus mampu beradaptasi, berinovasi, dan memperluas jangkauan informasi, sekaligus menjaga integritas profesi. Dengan begitu, semangat Sumpah Pemuda tetap hidup dalam setiap karya dan suara yang kita hadirkan untuk Indonesia,” pungkas Suwiryo.

Melalui momentum Sumpah Pemuda, PERSIARI berharap seluruh insan penyiaran semakin memperkuat kolaborasi lintas generasi untuk membangun ekosistem penyiaran nasional yang sehat dan berdaya saing, sekaligus memastikan radio tetap menjadi media yang relevan dalam mengedukasi publik, memperkuat persatuan, dan menjaga kedaulatan bangsa.